Loading...
Home >  Berita >  Umum

Dewan Masjid Indonesia Siap Majukan Pariwisata Berbasis Masjid di Pekanbaru

Dewan Masjid Indonesia Siap Majukan Pariwisata Berbasis Masjid di Pekanbaru
Suasana pelatihan pemandu wisata masjid di aula Dispar Riau (Heru/Dispar).
Rabu, 06 Maret 2019 17:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Provinsi Riau sedang giat-giatnya mendorong pariwisata berbasis budaya dan religi. Menyikapi hal itu, Dewan Masjid Indonesia (DMI) wilayah Riau berupaya turut membantu memajukan pariwisata berbasis masjid di kota Pekanbaru provinsi Riau.

Ketua Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Riau, Dr. H. Masyhuri Putra, Lc, M.A, menyampaikan untuk mendorong pariwisata berbasis masjid di Riau agar diminati wisatawan, Ia bersama organisasi yang dinahkodainya merasa berkepentingan membantu mewujudkan progam tersebut.

Upaya yang dilakukan oleh DMI Riau yakni, memberikan pelatihan pemandu wisata untuk para pengurus masjid. Bekerjasama dengan Dinas Parwisata provinsi Riau dengan melibatkan 20 orang peserta remaja masjid di kota Pekanbaru.

"Beberapa Masjid di Pekanbaru saat ini telah manjadi ikon pariwisata provinsi Riau, diantaranya masjid Raya An Nur Pekanbaru. Dari segi pelayanan, kebersihan, keindahan, ketertiban, keramah tamahan, kami berupaya menampilkan masjid ini dengan yang terbaik, sehingga dapat memberikan kenangan yang baik pula bagi pengunjung. Mangkanya perlu adanya pelatihan pemandu wisata untuk para pengurus masjid," kata Masyhuri Putra.

"Jangan sampai kita sudah melakukan promosi destinasi wisata religi secara hebat, tapi belum maksimal memberikan informasi valid dan pelayanan yang baik kepada para wisatawan," pungkas Masyhuri, ketika menghadiri pelatihan pemandu wisata lokal berbasis masjid di aula Dinas Pariwisata provinsi Riau, Rabu (6/3).

Dijelaskanya, saat ini di berbarapa masjid di Pekanbaru sudah ada pemandu yang melayani pengunjung tetapi menurut Masyhuri belum maksimal. Dengan diadakan pelatihan ini Ia berharap para pemandu masjid dapat memberikan informasi tentang pariwisata. Sehingga wisatawan yang datang dengan berbagai latar belakang dapat mendapatkan informasi yang valid.

"Pemandu masjid dapat menjelaskan tentang sejarah, arsitektur, dan berbagai aktifitas kajian-kajian, dengan sentuhan storytelling yang baik bagi wisatawan," imbuh Masyhuri, pria yang juga menjabat sebagai PLH Ketua Masjid Raya An Nur Pekanbaru.

"Hal inilah yang menjadi tanggung jawab DMI wilayah Riau bersama stakeholder tekait dalam mendorong pariwisata berbasis masjid di bumi melayu lancang kuning. Tentunya hal ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan kerjasama dengan Dinas Pariwisata yang memang itu tugas pokok dan fungsinya," ujar Masyhuri.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Kepala Dinas Pariwisata provinsi Riau, Fahmizal Usman, yang telah merespon cepat niat kami dalam mewujudkan pariwisata berbasis masjid ini, sehingga terjalin sinergitas DMI dengan pemerintah. Kegiatan pelatihan ini berjalan baik dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang pariwisata," ujarnya.

Hadir sebagai narasumber pada pelatihan itu, Wakil Sekjen DPP Himpunan Pariwisata Indonesia, Osvian Putra. Ia memaparkan tentang berbagai pengalamannya selama 28 tahun menjadi pemandu wisata dan telah menjelajah 4 benua 27 negara.

"Untuk menjadi pemandu wisata harus ada Standar Kompetensi Kerja Nasional. Secara regulasi belum ada secara khusus untuk pemandu wisata masjid. Semoga kegitan ini bisa menjadi cikal bakal adanya pemandu wisata masjid di Indonsia dan pertama di Pekanbaru," pungkas Osvian. ***

Kategori : Umum, Peristiwa, Pemerintahan

Loading...
www www