Loading...

Dharmasraya Peroleh DAK Rp1,6 Miliar untuk Kembangkan Pariwisata

Dharmasraya Peroleh DAK Rp1,6 Miliar untuk Kembangkan Pariwisata
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Dharmasraya, Benny Mandala Putra.
Rabu, 27 Februari 2019 22:38 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat pada 2019 ini memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,6 miliar untuk pengembangan lokasi wisata di daerah itu.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Dharmasraya, Benny Mandala Putra, Rabu (27/2/2019) ditemui di Pulau Punjung mengatakan, dana tersebut akan digunakan Rp1,3 miliar untuk membangun mushala, tempat istirahat, gapura, dan tempat pejalan kaki di kawasan Candi Pulau Sawah, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung.

"Dana tersebut digunakan untuk pembangunan insfrastruktur wisata Candi Pulau Sawah dan Taman Aero Sport Bukit Tambun," katanya.

Selain itu, di Taman Aero Sport Bukit Tambun, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung dialokasikan dana sebesar Rp300 juta untuk pembangunan gazebo.

Ia menyebutkan, proses pengerjaan DAK Kementerian Pariwisata RI tersebut sudah memasuki tahap perencanaan, dan ditargetkan akan dilakukan tender pada Maret 2019.

Beny mengharapakan semua fasilitas yang akan dibangun dapat mendukung pengembangan objek wisata di Kabupaten Dharmasraya.

"Kami menyadari, fasilitas beberapa objek wisata belum memadai. Bahkan sama sekali belum ada. Karena itu secara bertahap dan dengan semangat bersama kita lakukan pengembangan," katanya.

Dipilihnya kawasan wisata kompleks Candi Pulau Sawah karena wisata itu merupakan destinasi wisata yang bersejarah.

Sebab berdasarkan temuan tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), keberadaan Kompleks Percandian Pulau Sawah mengungkap banyak hal tentang sejarah masa lalu leluhur di Sumbar.

"Banyak makna sejarah, bahkan hasil penelitian, dulunya ada dua aliran agama Buddha yang berkembang secara berdampingan, yaitu Buddha Mahayana dan Buddha Tantrayana," katanya. (ep)


Loading...
www www