Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Politik
16 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
17 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Sumatera Barat untuk Pertama Kali Tanpa Penambahan Kasus Covid-19
Sumatera Barat
19 jam yang lalu
Sumatera Barat untuk Pertama Kali Tanpa Penambahan Kasus Covid-19
4
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
Politik
16 jam yang lalu
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
5
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Sumatera Barat
20 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
6
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Hukum
16 jam yang lalu
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ingin Mandi-mandi Sepulang Sekolah, Murid SD Tewas di Saluran Irigasi Induk Sitiung

Ingin Mandi-mandi Sepulang Sekolah, Murid SD Tewas di Saluran Irigasi Induk Sitiung
Tim SAR Gabungan bersama warga melakukan pencarian korban hanyut di saluran induk irigasi Sitiung.
Rabu, 20 Februari 2019 21:40 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Seorang murid Sekolah Dasar (SD) Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) tewas terseret di saluran induk irigasi Sitiung, Rabu (20/2/2019). Mayat korban ditemukan Tim SAR Gabungan bersama warga setelah hampir 2 jam melakukan pencarian.

Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir SIK MH melalui Kapolsek Koto Agung Iptu Syafrinaldi SH ditemui di TKP mengatakan, korban bernama Muhammad Alfarizi (9 tahun) anak dari pasangan Rudi (30 tahun) dan Maita (27 tahun) warga Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya.

Kronologi kejadian, korban bersama teman setelah pulang sekolah bersama temannya ingin mandi-mandi di saluran induk irigasi Sitiung. Diduga korban tergelincir dan jatuh ke saluran saluran induk irigasi tersebut.

Karena air saluran induk irigasi Sitiung cukup deras dan korban diduga tidak bisa berenang sehingga korban terseret aliran irigasi tersebut.

"Kami bersama Tim SAR Kabupaten Dharmasraya dan warga sekitar melakukan pencarian lebih kurang dua jam lebih. Korban ditemukan berjarak sekitar 500 meter dari lokasi ia jatuh," kata Kapolsek.

Setelah ditemukan korban dibawa ke UGD Pukesmas Koto Agung untuk dilakukan visum.

"Kami mengimbau kepada warga yang berada di pinggiran saluran induk irigasi atau pinggiran sungai, supaya berhati-hati dan menjaga keselamatan anak-anak kita, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," tegas Kapolsek Koto Agung.

Sementara itu Kepala BPBD Dharmasraya Edison mengatakan, begitu mendapat informasi ada seorang murid SD terseret arus saluran induk irigasi, pihaknya langsung turun melakukan pencarian.

"Tim kami yang turun lebih kurang tiga regu dan dua perahu karet untuk pencarian korban yang terseret arus saluran induk irigasi. Atas kerjasama masyarakat, korban akhirnya ditemukan," ucap kepala BPBD Dharmasraya. (ep)


Loading...
www www