Tanggapi Isu 'Nasionalis Gadungan', HNW: Jangan hanya Cari Panggung

Tanggapi Isu Nasionalis Gadungan, HNW: Jangan hanya Cari Panggung
Politisi PKS, Hidayat Nur Wahid. (Zul/GoNews.co)
Kamis, 14 Februari 2019 13:48 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar

JAKARTA - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid (HNW), menilai pidato PSI terkait dengan " Nasionalis Gadungan" hanya upaya PSI untuk meningkatkan popularitas partai.

"Jangan hanya mencari panggung dengan cara-cara yang kontroversial," kata Hidayat kepada GoNews.co di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/02/2019).

"Dan PDIP sendiri sudah memberikan pernyataan kritik terbuka, ya silahkan PSI memberikan pembuktian kepada publik tentang siapa yang dimaksud Nasionalis Gadungan dan apa bukti-buktinya, jangan hanya jadi kegaduhan," urai Hidayat menambahkan.

Hidayat pun menantang, agar PSI membuktikan siapa yang dimaksud dengan Nasionalis Gadungan. Ia mengatakan, "Jadi jangan hanya ngomong, buktikan! Dan kita akan senang kalau terbukti ada yang nasionalismenya gadungan,".

Pembuktian itu, kata Hidayat, harus komprehensif dengan memaparkan data yang bisa turut dinilai oleh publik secara luas.

"Ukurannya tolong betul-betul disampaikan agar orang turut bisa menilai karena ini sudah menjadi masalah publik," ujarnya.

Sebelumnya-pada Sabtu (09/02/2019), Hidayat sempat menyebut soal "muallaf pancasila" saat berpidato di acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Saat ditanya korelasi "muallaf pancasila" dengan "nasionalisme gadungan", Hidayat hanya mengatakan, "Ya Muallaf Pancasila itu kelompok-kelompok yang ngakunya Pancasialis tapi perilakunya tidak Pancasilais,".

Seperti diketahui, sebutan " Nasionalisme Gadungan" yang terlontar dari Ketum PSI, Grace Natalie saat berpidato di acara Festival 11 Jogjakarta di Jogja Expo Center Senin (11/022019) malam, memicu reaksi beberapa pihak termasuk Partai Demokrat dan PDIP.

“Nasionalis gadungan adalah semua partai politik atau orang yang mengategorikan nasionalis, tetapi ketika ada peristiwa-peristiwa intoleransi diam saja. Bahkan dalam banyak kasus justru partai-partai nasionalis yang paling rajin merancang, merumuskan sampai menggolkan perda-perda diskriminatif di hampir seluruh kabupaten/kota. Itu nasionalis gadungan,” kata Grace dalam pidato berjudul "Musuh Utama Persatuan Indonesia" itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

wwwwww