5 Fakta Leukemia, Penyakit Kanker Darah yang Diidap Ani Yudhoyono

5 Fakta Leukemia, Penyakit Kanker Darah yang Diidap Ani Yudhoyono
Kamis, 14 Februari 2019 16:56 WIB
JAKARTA - Kanker darah menarik perhatian banyak orang ketika istri presiden ke-6 Republik Indonesia, Ani Yudhoyono, dikabarkan mengidapnya.

Ani Yudhoyono sudah dirawat di National University Hospital, Singapura, sejak tanggal 2 Februari lalu untuk leukemia.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap leukemia ibunya mulai terungkap ketika tes darah di RSPAD Gatot Soebroto menunjukkan tanda-tanda mencurigakan penurunan trombosit, leukosit, dan hemoglobin. Ani Yudhoyono lalu melakukan pemeriksaan lanjutan di Singapura.

"Tapi tentunya sangat berat hati kami ketika mendengarkan beberapa hari yang lalu hasil diagnosis itu ternyata benar bahwa Ibu Ani menderita leukimia atau kanker darah dan karena cukup agresif maka harus segera di tangani dengan serius," kata AHY dalam rekaman suara dikutip dari detiknews, Kamis (14/2/2019).

Apa itu leukemia? Dikutip dari berbagai sumber berikut beberapa faktanya:

1. Kanker di sumsum tulang

Leukemia adalah jenis kanker darah yang mulanya terbentuk di sumsum tulang, tempat di mana sel-sel darah yang 'belum matang' berkembang.

Dalam kondisi normal setiap sel darah muda akan menjadi sel darah merah, putih, dan trombosit dengan fungsinya masing-masing. Namun pada kasus leukemia sel darah tidak melalui fase tersebut berkembang secara abnormal.

2. Sel leukemia tidak mati

Tidak seperti sel darah yang normal, sel leukemia tidak mati ketika mengalami kerusakan atau bertambah tua. Dampaknya sel akan semakin banyak menumpuk di tubuh dan hal ini yang akan mengganggu fungsi darah normal seperti mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, melawan infeksi, hingga mencegah perdarahan.

3. Tidak mengenal stadium

Mendengar penyakit kanker kita biasanya mengenal ada tingkatan stadium 1-4 tergantung dari luas dan penyebaran tumor. Namun karena leukemia adalah penyakit sumsum tulang maka prognosis dilakukan dengan melihat faktor lain seperti jumlah sel darah, pembesaran limpa, dan umur serta gender pasien.

"Jadi sebetulnya leukemia itu tidak ada golongan 1, 2, 3, dan 4. Penggolongan leukemia itu diukur apakah dia standard-risk, high-risk, atau very high-risk," kata spesialis hematologi onkologi anak Dr dr Rini Purnamasari dari RSUD Tangerang.

4. Kanker yang banyak diidap anak dan orang tua

Meski leukemia bisa menyerang siapa saja, secara statistik penyakit ini lebih sering diidap anak-anak dan orang tua.

Kementerian Kesehatan RI pernah menyebut hampir sekitar 60 persen kasus kanker pada anak-anak adalah leukemia. Sementara pada orang tua leukemia yang banyak menyerang adalah kasus leukemia akut.

5. Terbagi dari beberapa jenis

Leukemia adalah salah satu bentuk kanker darah yang bisa dibagi lagi ke dalam beberapa sub-jenis berikut:

-Acute lymphoblastic leukemia (ALL) terjadi ketika sel darah putih abnormal terbentuk dan menyebar di sumsum tulang dengan cepat.

-Chronic lymphocytic leukemia (CLL) yang butuh bertahun-tahun untuk menyebar.

-Acute myeloid leukemia (AML) ketika sel darah putih, merah, dan platelet abnormal menyebar cepat.

-Chronic myeloid leukemia (CML) yang awalnya tumbuh dengan lambat, memengaruhi sel sumsum tulang yang memproduksi darah, kemudian menyebar ke darah itu sendiri.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, Pemerintahan

wwwwww