Ricuh Massa SP-AMT Hadang Mobil Jokowi, Wartawan Dilarang Mendekat dan Ambil Gambar

Ricuh Massa SP-AMT Hadang Mobil Jokowi, Wartawan Dilarang Mendekat dan Ambil Gambar
Rabu, 13 Februari 2019 22:08 WIB

JAKARTA - Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) membuktikan ancamannya. Mereka menghadang mobil dinas Presiden Joko Widodo di depan Istana Negara, Rabu (13/2) malam.

Mereka sebelumnya telah bertahan di depan Istana Negara untuk melancarkan aksinya ini selama beberapa minggu. Hari ini, mereka pun akhirnya menerobos iring-iringan mobil Jokowi yang dijaga oleh Paspampres.

Seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL (Jawa Pos Group), insiden saling dorong terjadi pukul 18.54 WIB di dekat Taman Pandang Istana, tepatnya Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Salah seorang istri dari awak mobil tangki terpantau berhasil menemui Jokowi dan berbincang dengan presiden yang bertahan di dalam mobil.

Saat ingin mendekati pertemuan itu itu, wartawan tidak diizinkan mendekat atau mengambil gambar lebih detail. Sejumlah demonstran lain tidak berhasil merangsek mendekati mobil RI 1 karena dihadang oleh petugas kepolisian dan Paspampres bersenjata lengkap.

Iring-iringan presiden sempat tertahan sekitar 15-20 menit akibat aksi nekat para demonstran yang kecewa. Sejauh ini dilaporkan setidaknya dua orang pingsan dan dilarikan ke rumah sakit akibat bentrokan kecil dengan petugas pengamanan.

Ancaman menghadang mobil Jokowi sempat diutarakan perwakilan massa SP-AMT saat diwawancara kemarin (Selasa, 12/2).

"Apabila tidak diselesaikan (kasus PHK), kami terpaksa apabila ada iring-iringan mobil Pak Presiden pasti akan kami hadang, kami akan langsung sampaikan ke Pak Jokowi bahwa persoalan kami ini diselesaikan," ucap perwakilan SP-AMT, Nuratmo.

Sebanyak 1.095 awak mobil tangki Pertamina di bawah naungan PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin di-PHK massal via SMS pada tahun 2016. Tidak ada penyelesaian, beberapa bulan belakangan, awak mobil tangki membentuk Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina untuk menyuarakan hak-hak mereka.

Mereka menggelar rangkaian aksi di depan kantor Kementerian BUMN dan Istana Negara. SP-AMT melakukan aksi kubur diri, aksi obor, dan berhari-hari menginap di depan Istana Negara dengan mendirikan tenda seadanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.co
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

wwwwww