Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
18 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
15 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
15 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
14 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
11 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
13 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Setahun Setelah Groundbreaking, Beginilah Kabar Terakhir Proyek Tol Padang - Sicincin

Setahun Setelah Groundbreaking, Beginilah Kabar Terakhir Proyek Tol Padang - Sicincin
Presiden Joko Widodo saat groundbreaking tol Padang - Sicincin awal Februari 2018 lalu. (foto: presidenri.go.id)
Senin, 11 Februari 2019 21:56 WIB
JAKARTA - PT Hutama Karya masih melakukan konsultasi publik terkait dengan jalan tol Padang - Sicincin yang masih terbelit kasus pembebasan lahan sehingga pembangunan menjadi terhambat.

Dikutip dari Bisnis.com, Direktur Keuangan PT Hutama Karya (Persero) Anis Anjayani mengatakan, bahwa sampai dengan saat ini progres dari jalan tol Padang - Sicincin masih dalam tahap pembebasan lahan.

"(Tol) Padang - Sicincin masih proses pembebasan lahan. Pada saat bersamaan pembebasan juga dimulai dari arah Pekanbaru ke Bangkinang yang saat ini sedang dalam proses konsultasi publik," tuturnya kepada Bisnis.com, pekan lalu.

Pembangunan tol Padang - Pekanbaru sudah setahun tertunda akibat belum tuntasnya pembebasan lahan di seksi 1 (Padang - Sicincin) yang merupakan ruas pertama dari rencana pembangun tol tersebut.

Pembangunan jalan tool yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada awal Februari 2018 lalu itu mangkrak karena persoalan ganti rugi lahan yang tidak tuntas.

Sesuai dengan rencana, jalan tol Padang - Pekanbaru itu dibangun sepanjang 245,80 kilometer yang akan dibagi dalam tiga tahap.

Untuk tahap 1 dibangun dari Padang - Sicincin sepanjang 28 kilometer yang ditargetkan rampung pada tahun ini.

Selanjutnya, tahap 2 menghubungkan Pekanbaru - Bangkinang sepanjang 38 kilometer, dan tahap 3 dari Sicincin, Sumatra Barat menuju Bangkinang, Riau sepanjang 189 kilometer yang ditargetkan tuntas pada 2023.

Total anggaran pembangunan tol yang menjadi sirip ruas Trans-Sumatra itu berkisar Rp79 triliun, termasuk pembangunan terowongan yang menghubungkan tol di wilayah Bukittinggi sepanjang 8,90 kilometer.

Hingga kini, PT Hutama Karya tengah membangun 529 kilometer jalan tol Trans-Sumatra, dengan 47 kilometer yang sudah beroperasi penuh.

Beberapa ruas yang tengah dibangun adalah ruas Terbanggi Besar- Pematang Panggang - Kayu Agung sepanjang 189 kilometer, ruas Padang - Sicincin, Pekanbaru - Dumai sepanjang 131 km, Kualatanjung - Tebing Tinggi - Parapat sepanjang 98 km, Medan - Binjai (Helvetia sampai junction Tj. Mulia) sepanjang 6 km, serta ruas Banda Aceh - Sigli sepanjang 74 km.

Adapun, jalan tol Trans Sumatra yang sudah beroperasi penuh selain di ruas Bakauheni - Terbanggi Besar, adalah ruas Palembang - Indralaya sepanjang 22 km dan ruas Medan - Binjai seksi Binjai - Semayang, serta seksi Semayang - Helvetia sepanjang 11 km. ***

Editor : arie rh
Sumber : bisnis.com
Kategori : GoNews Group, Umum, Sumatera Barat, Padang, Padang Pariaman

Loading...
www www