Bamsoet Dorong Pembangunan Ruas Jalan Khusus Motor di Tol

Bamsoet Dorong Pembangunan Ruas Jalan Khusus Motor di Tol
Jum'at, 01 Februari 2019 14:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo berharap, pemerintah bisa menambah lagi jalur khusus motor selebar 2,5 meter dengan pembatas atau separator di jalan-jalan bebas hambatan atau tol.

Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, memaparkan bahwa apa yang sedang diperjuangkannya itu, ditujukan untuk rakyat pemilik 120an juta sepeda motor yang belum mampu memiliki kendaraan roda empat atau mobil-yang selama ini tidak pernah menikmati jalan bebas hambatan seperti pemilik motor lainya di Bali atau Suramadu.

"Keinginan ini sudah lama diutarakan oleh club-club atau komunitas motor kecil dari seluruh Indonesia yang jumlahnya jutaan dari ribuan club atau komunitas, seperti club motor Bebek, Vespa, Lambreta dan lain-lain," ujar Bamsoet.

Bamsoet melanjutkan, harus ada keberpihakan negara dan asas keadilan terhadap rakyat yang secara ekonomi belum mampu memiliki mobil sebagai moda transportasi.

"Ini hanya soal keberpihakan. Karena mereka juga warga negara Indonesia yang sama-sama membayar pajak kendaraan motornya seperti juga pemilik mobil. Sehingga mereka juga berhak untuk menikmati hasil pembangunan,” tegasnya.

Bamsoet meyakini, dengan memberi ruas khusus sepeda motor di jalan tol, angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor bisa ditekan. "Selama ini mereka harus bertarung dengan kesempitan jalan yang ada dan semrawut karena berlawanan arah. Nah, di situlah sering terjadi kecelakaan. Kalau satu arah kan bisa kebih tertib sehingga tingkat kecelakaan pasti bisa ditekan,”.

'Silahkan pemerintah mengkaji wacara ini. Kami dari DPR hanya menyuarakan aspirasi mereka," Bamsoet menambahkan.

Bamsoet juga menyebutkan dasar hukum pengguna motor boleh melintasi tol sebenarnya telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44/2009 Pasal 38 ayat 1a.

"Kalau dari segi perundangan dan aturan sudah tidak ada kendala lagi karena sudah ada contohnya di Bali melalui PP nomor 2009," ujarnya.

Bamsoet pun mendesak pemerintah agar meminta para investor yang ingin membangun jalan tol di Indonesia harus menyediakan jalur khusus motor.

"Investor dan pengelola jalan tol jangan hanya mengejar keuntungan saja melalui tarif mobil, tapi juga harus ada tarif rendah atau murah untuk rakyat Indonesia pemilik motor yang belum mampu membeli mobil," tegas Bamsoet.

Jika wacana ini terealisasi, Bamsoet berharap, hanya sepeda motor ber-CV kecil yang bisa melintasi jalur tol khusus motor. Adapun, sepeda motor dengan CC besar (Moge), hanya bisa melintasi jalur tersebut pada hari libur.

"Moge hanya boleh masuk jalur khusus motor di jalan tol pada hari Sabtu-minggu atau hari libur," ujar Bamsoet.***


wwwwww