Kapal Bawa 700 Ton Semen Padang Tenggelam di Riau

Kapal Bawa 700 Ton Semen Padang Tenggelam di Riau
Tim SAR melakukan evakuasi korban kapal tenggelam.
Minggu, 27 Januari 2019 19:14 WIB
DUMAI - Tujuh korban selamat kapal kargo Dharma Bahari Sumekar 02 tenggelam di Tanjung Jati, perairan Bengkalis yang berhasil dievakuasi Badan SAR Nasional kini sudah dijemput pihak keagenan kapal. Mereka dijemput sekitar pukul 11.30 WIB, Ahad (27/1/2019).

Sebelumnya, kargo DBS 02 dengan muatan 700 ton Semen Padang berangkat dari Dermaga PT Semen Padang di Kawasan Industri Lubuk Gaung Dumai Kecamatan Sungai Sembilan.

Dikutip dari republika.co.id, kapal dikemudikan satu kapten dan sembilan kru menuju Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau pada Sabtu (26/1) siang. Kapal dilaporkan tenggelam sekitar pukul 22.00 WIB.

Kepala Basarnas Pekanbaru Gede Darmada mengatakan, kapal tenggelam akibat hantaman ombak setinggi 2 hingga 3 meter dengan kecepatan angin sekira 20 hingga 30 knots. Tujuh anak buah kapal langsung menyelamatkan diri dengan meloncat dan menaiki perahu karet.

Sementara, tiga kru kapal lain memilih bertahan di atas Kargo DBS diageni Global Internusa Line ini, dan merupakan kepala dan kru kamar mesin. Hingga kini masih dinyatakan hilang atau belum ditemukan tim Basarnas yang melakukan pencarian dan penyelamatan.

Tujuh kru kapal selamat ialah, Kapten Kapal Abdul Haris, Rinaldi Syahputra, Iwan, Ismail merupakan ABK, Masinis II Wiyono, Pujianto, Herdiana Hadijaya Mualim II. Sedangkan korban hilang Masinis III Bahtiar, Oiller Budi Santoso Kepala Kamar Mesin Dasril.

"Pencarian dan evakuasi korban tenggelam dengan mengerahkan Kapal Reschue Boat 218, dan tujuh kru kapal sudah diselamatkan dan dibawa ke pelabuhan Pokala, kemudian dijemput pihak agen," kata Gede Darmada di atas KN 218 Basarnas Pekanbaru kepada wartawan di Dumai, Ahad.

Upaya pencarian dan evakuasi korban kapal tenggelam sepanjang 47 meter dan lebar 8 meter ini sempat terkendala cuaca buruk. Sebab, gelombang laut mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter dengan kecepatan angin 20 sampai 30 Knot.

"Tim akan terus melakukan pencarian korban hilang dan dimaksimalkan hingga tujuh hari kedepan, semoga cuaca mendukung dan kita juga dibantu sejumlah instansi lain," sebut Gede.

Kapten KN 218 Basarnas Pekanbaru Leni Tadika menyebut upaya pencarian korban hilang masih terus dilakukan hari ini, dan kapal karet cepat juga dikerahkan untuk menyisir pantai di sekitar kejadian.

"Kondisi ombak laut tinggi membuat upaya pencarian agak terkendala, namun tim terus akan mencari ke perairan sekitar kapal tenggelam itu," kata Leni. (republika.co.id)

Editor:arie rf
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Rantau

wwwwww