Home > Berita > Agam

Lapas Kelas IIA Biaro Bukittinggi Membara, Empat Kamar di Blok D Hangus Terbakar

Lapas Kelas IIA Biaro Bukittinggi Membara, Empat Kamar di Blok D Hangus Terbakar
Kebakaran di Lapas Kelas IIA Biaro, Bukittinggi, Senin 21 Januari 2019, sekira pukul 13.45 WIB. ( foto, Dinas Damkar Bukittinggi).
Senin, 21 Januari 2019 20:29 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi terbakar sekitar pukul 13.45 WIB, Senin 21 Januari 2019.

Terkait hal itu, Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana juga memastikan tidak ada warga binaan di Lapas yang meloloskan diri saat terjadinya peristiwa kebakaran.

Arly Jembar Jumhana juga menjelaskan, ada empat kamar yang terbakar di Blok D Lapas Bukittinggi, yang dihuni oleh 39 warga binaan. Di Blok D itu sendiri totalnya ada 8 kamar, dengan total warga binaan pengungsi 74 orang.

Blok D merupakan kamar tahanan pendamping (tamping) yang penghuninya berasal dari kasus yang berbeda, dengan kata lain dihuni oleh warga binaan dari berbagai kasus tindak pidana.

Terkait penyebab terjadinya peristiwa kebakaran tersebut, Kapolres belum berani memastikannya, dengan alasan masih dalam proses verifikasi oleh tim identifikasi.

"Untuk proses penyelidikan, kami akan memeriksa saksi-saksi. Selain dari kamar 4, kami juga akan meminta saksi-saksi dari Kamar 3 yang mengumpulkan 5 orang," ujar Kapolres.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Marten, mengungkapkan, saat api berkobar di Blok D Lapas Bukittinggi, tidak ada lagi warga binaan yang ada di kamar tersebut.

"Saat peristiwa ini terjadi, kamar dalam keadaan kosong. Semua warga binaan di Kamar 4 Blok D sedang bekerja di luar, ada yang di dapur juga di kebun," ujar Marten kepada awak media, Senin 21 Januari 2019.

Marten menyebutkan, dari informasi warga binaan, api pertamakali terlihat dari kamar 4. Blok D. Itu sendiri memiliki 8 kamar. Namun dari total 8 kamar itu, hanya empat kamar yang terbakar, Kamar 1, Kamar 2, Kamar 3 dan Kamar 4.

Kamar 1 dihuni 8 orang, kamar 2 juga dihuni 8 orang, dan kamar 3 juga dihuni 8 orang. Sementara Kamar 4 dihuni 15 orang, sehingga totalnya dari empat kamar tersebut diambil 39 orang.

"Setelah kejadian ini, 39 warga binaan penghuni Kamar 1, Kamar 2, Kamar 3, dan Kamar 4, pindah ke Blok A, B dan C," jelas Marten.

Kebakaran di Blok D Lapas Bukittinggi itu terjadi sekitar pukul 13.45 WIB. Api baru bisa dikuasai sekitar pukul 15.30 WIB. Untuk menjinakkan kobaran api, sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan, baik dari Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Padangpanjang, Kabupaten Limapuluh Kota dan dari Kota Payakumbuh.

Kejadian kebakaran ini sempat menggegerkan warga Bukittinggi dan sekitarnya. Bahkan untuk antisipasi kaburnya narapidana dan mem-backup keamanan di sekitar Lapas, personel dari Polres Bukittinggi dan Satpol PP juga dikerahkan ke lokasi terjadinya peristiwa kebakaran.(**)


wwwwww