Setelah 5 Bulan Dikuburkan, Jasad Nenek di Pariaman Dibongkar Lagi untuk Otopsi

Setelah 5 Bulan Dikuburkan, Jasad Nenek di Pariaman Dibongkar Lagi untuk Otopsi
Proses pembongkaran makam nenek Azizah di Desa Sungai Rambai, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (17/1). (foto: ist/jawapos.com)
Kamis, 17 Januari 2019 21:39 WIB
PARIAMAN - Diduga meninggal dengan cara yang tidak wajar, makam nenek Azizah (70) di Desa Sungai Rambai, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) kembali dibongkar. Jenazah sang nenek sudah terkubur lebih dari lima bulan, tepatnya pada Rabu, 18 Juli 2018 silam.

Pembongkaran makam yang dilakukan, Kamis (17/1/2019) itu melibatkan Tim DVI Bid Dokkes Polda Sumbar. "Pembongkaran makam ini untuk kebutuhan otopsi. Dari penyelidikan, kematian nenek Azizah diduga tidak wajar," kata Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan kepada wartawan.

Menurut Kapolres, indikasi kematian tak wajar nenek Azizah pertama kali diungkap anaknya yang bernama Ayati (49). Sang anak melaporkan kecurigaannya ke Polres Pariaman terhadap beberapa tanda yang ditemukan di tubuh korban. Dicurigai tanda tersebut akibat dari tindakan kekerasan.

"Beberapa hari setelah kematian itu, kami kumpulkan informasi dari anak korban, warga sekitar dan termasuk masyarakat yang ikut memandikan jasad nenek Azizah. Hasilnya, mengarah pada tetangga korban, inisial Y, berusia 38 tahun," terang Kapolres seperti dikutip dari JawaPos.com.

Sejak ditemukan indikasi itu, pihaknya melakukan pencarian terhadap Y. Namun, terduga kabur dari Kota Pariaman. Di tengah pelarian yang sudah lebih 5 bulan itu, terduga Y lagi-lagi melakukan kejahatan dan tertangkap tangan mencuri jagung di Pasar Panam oleh petugas Polsek Tampan, Pekanbaru, Riau, Sabtu (29/12/2018) lalu. Setelah berkoordinasi, pelaku Y pun dijemput jajaran Polres Pariaman.

"Sekarang tersangka Y telah mendekam di sel Mapolres Pariaman," kata AKBP Andry Kurniawan.

Dari tangan pelaku Y, petugas juga menyita uang tunai senilai Rp5 juta. Lalu, satu gelang emas seberat 12,5 gram. Kemudian, 2 cincin emas masing-masing seberat 5 gram dan 2,5 gram. "Sekarang otopsi dulu. Setelah selesai, kami akan lakukan proses reka ulang di TKP," tutupnya. ***

Editor : arie rf
Sumber : JawaPos.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat, Pariaman

Loading...
www www