Selain Temukan CVR Lion Air, Tim juga Angkat 7 Kg Bagian Tubuh Korban

Selain Temukan CVR Lion Air, Tim juga Angkat 7 Kg Bagian Tubuh Korban
Senin, 14 Januari 2019 18:46 WIB
JAKARTA - Selain menemukan cokcpit voice recorder (CVR) Lion Air, tim Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) juga menemukan diduga bagian tubuh korban. Kebanyakan yang ditemukan berupa tulang belulang.

"Dan selama proses pengangkatan (CVR), untuk human remains tetap kita angkat semampu yang kita punya dan kita dapat ada sisa-sisa kurang lebih 7 kg. Itu sudah dibungkus dan kita serahkan pihak berwenang untuk mengidentifikasi apabila memungkinan dan apablia teridentifkasi akan diberikan ke keluarga apabila dikehendaki," ujar Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro dalam jumpa pers di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/1/2019).

Temuan ni menurut Harjo akan diserahkan secara simbolis dari Koarmada I ke perwakilan maskapai Lion Air. Sedangkan identifikasi bagian dari tubuh diduga korban diserahkan ke pihak berwenang.

"Untuk mendeteksi tulang siapa, nanti akan diserahkan ke pihak yang punya kemampuan mengindentifikasi kita hanya mampu mengambil apa yang kita lihat," sambungnya.

Misi pencarian CVR Lion Air dengan KRI Spica berlangsung sejak Selasa 8 Januari. Selain mengerahkan alat canggih untuk mendeteksi sinyal CVR, para penyelam andal juga diterjunkan.

"Keseluruhan personel sebanyak 84, terdiri dari 55 awak kapal, 3 spesialis Pushidrosal, 18 penyelam dan Satpaska, 8 personel KNKT. Operasi ini bertujauan mencari CVR sekaligus bila ditemukan human remains akan diambil," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Karawang pada Senin, 29 Oktober. Total ada 189 orang penumpang dan kru pesawat tujuan Pangkalpinang tersebut.

KNKT sudah menganalisis data dari FDR black box dengan sejumlah temuan diungkap dalam hasil investigasi sementara seperti temuan airspeed indicator Lion Air PK LQP yang rusak dalam empat penerbangan terakhir PK-LQP.

Namun temuan itu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kecelakaan JT 610. KNKT melanjutkan penyelidikan.

Dilaporkan juga kerusakan sensor AOA (angle of attack), pengukur sudut pesawat terhadap aliran udara. Sensor AOA menunjukkan perbedaan pada saat penerbangan sebelum JT 610, yaitu dari Bali ke Jakarta.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : detik.com
Kategori : Uncategories

Loading...
www www