2 dari 10 Mayat yang Mengapung di Perairan Riau Dipastikan Warga Sumbar

2 dari 10 Mayat yang Mengapung di Perairan Riau Dipastikan Warga Sumbar
Mayat yang ditemukan mengapung di perairan Bengkalis.
Rabu, 05 Desember 2018 13:49 WIB
PEKANBARU - Dua mayat dari 10 mayat yang ditemukan terapung di perairan Bengkalis, Riau dipastikan merupakan warga Sumatera Barat (Sumbar) dan satu lagi Sumatera Utara (Sumut).

Ketiga mayat itu adalah Ujang Chaniago (48 tahun) warga Padang, Sumbar dengan nomor register DVI.02006.X3, Mimi Dewi (32 tahun) warga Painan, Sumbar dengan nomor register DVI.02004.X1, dan Marian Suhadi (24 tahun) warga Langkat, Sumut dengan nomor register DVI.02010.X7.

Terkait 10 mayat yang ditemukan mengapung di perairan Bengkalis, Riau itu, sampai saat ini polisi terus mengumpulkan data dan informasi untuk penyelidikan.

Dikutip dari Tribunnews.com aparat kepolisian tengah menyelidiki kasus mayat ditemukan mengapung di perairan Riau, dekat perbatasan Indonesia-Malaysia.

Delapan mayat mengapung di perairan Bengkalis, pertama kali ditemukan pada Rabu (29/11/2018). Selain itu, satu mayat juga ditemukan mengapung di perairan Dumai, dan satu mayat lagi ditemukan mengapung di perairan Kepulauan Meranti, Riau, Selasa (4/12/2018) pagi.

Dalam kurun waktu sepekan terakhir, sudah 10 mayat ditemukan mengapung di perairan Riau, dan kondisinya sudah membusuk.

Kondisi mayat terakhir ini sangat mengenaskan. Selain membusuk, bagian kepala mayat berjenis kelamin perempuan ini tinggal tengkoraknya saja.

Mayat kesepuluh yang ditemukan di laut ini sedang dalam perjalanan ke RS Bhayangkara Polda Riau guna diidentifikasi oleh tim forensik.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menjelaskan, pihak kepolisian kini masih menyelidiki dan mendalami kasus temuan mayat di perairan Selat Malaka ini.

Pihaknya juga belum bisa mengambil kesimpulan, penyebab dari mayat-mayat korban ini bisa ditemukan mengapung di laut.

Sempat berhembus kabar, jasad manusia ini merupakan korban kecelakaan kapal yang membawa penumpang TKI ilegal yang bekerja di Malaysia. Namun hal ini belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Penemuan mayat ini terjadi dalam beberapa kali penemuan. Rentang 24 November 2018 hingga 4 Desember 2018," ungkapnya.

Peristiwa penemuan mayat ini, berawal dari penyelamatan yang dilakukan awak kapal Indomal 5 rute Dumai - Malaka terhadap dua lelaki, Jamal dan Amid pada tanggal 22 November 2018.

"Penjelasan awak kapal Indomal 5, yang bersangkutan (Jamal dan Amid) mengaku nelayan yang terhempas gelombang sehingga tenggelam. Mereka diselamatkan dan dibawa ke Malaka untuk mendapat perawatan," ujar Kabid Humas.

Saat ini disebutkan Sunarto, keberadaan dua orang ini juga masih dicari.

Polisi hendak mendalami apakah Jamal dan Amid ada kaitannya dengan penemuan jasad di perairan Malaka ini.

Selain itu, kini Ditpolair Polda Riau dan Polres Bengkalis juga tengah melakukan koordinasi dengan LO (Liaison Officer) yang bertugas di Malaysia.

Petugas masih mengumpulkan data dan informasi sebanyak-banyaknya sebagai bahan untuk penyelidikan. "Kita juga meningkatkan kegiatan operasi patroli di kawasan tersebut," tandasnya.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Riau, Kombes Pol dr Asmarahadi menjelaskan, pihaknya saat ini sudah menerima 8 kantong mayat.

Dimana 3 mayat diantaranya berjenis kelamin perempuan dan 5 orang berjenis kelamin laki-laki. Kesemuanya dewasa.

Mayat-mayat ini diterima pihaknya dalam 4 tahap. Pertama tanggal 30 November 2018 diterima 4 kantong mayat.

Tanggal 1 Desember 2018 diterima 3 kantong mayat. Kemudian tanggal 2 Desember 2018 diterima 1 kantong mayat.

"1 mayat lagi yang baru ditemukan di Meranti, masih di perjalanan ke RS Bhayangkara," sebutnya.

Dari 8 mayat yang ada, sudah 3 yang berhasil diidentifikasi.

Mereka masing-masing bernama Mimi Dewi, 32 tahun, warga Painan Sumbar dengan nomor register DVI.02004.X1.

Identitasnya berhasil diidentifikasi lewat data gigi berupa struktur gigi dan properti seperti pakaian dan ikat rambut.

Lalu Ujang Chaniago, 48 tahun, warga Padang, Sumbar dengan nomor register DVI.02006.X3.

Identitasnya berhasil diidentifikasi lewat data medis berupa tanda lahir dan propertis seperti pakaian, jam tangan, handphone, dan fotocopy KTP.

Terakhir, Marian Suhadi, 24 tahun, warga Langkat, Sumut dengan nomor register DVI.02010.X7.

Identitasnya berhasil diidentifikasi lewat data medis berupa bawaan lahir kedua ibu jari kaki, serta propertis berupa pakaian dan gelang tangan.

"Ketiga jasad ini sudah diserahkan kepada keluarga," jelas Kabid Dokkes.

Sedangkan mayat yang tersisa, masih disimpan.

Tim DVI masih mengumpulkan data secara maksimal guna proses identifikasi.

Secara umum katanya, jasad para korban ini sudah mengalami pembusukan lanjut. Namun sebagian besar masih utuh.

"Perkiraan meninggal 3 hari sampai 3 minggu di laut sebelum akhirnya ditemukan," terangnya. ***

Editor:arie rf
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Rantau, Sumatera Barat, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww