Heboh, Mayat Bayi Ditemukan Membusuk di Tempat Wudhu Masjid di Limapuluh Kota

Heboh, Mayat Bayi Ditemukan Membusuk di Tempat Wudhu Masjid di Limapuluh Kota
ilustrasi
Kamis, 22 November 2018 18:11 WIB
LIMAPULUH KOTA - Penemuan mayat bayi perempuan membusuk di dekat tempat wudhu Masjid Raya Pincuran Botuang, bikin geger warga Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, Selasa (20/11/2018) lalu.

Sampai saat ini polisi masih terus mencari pelaku yang tega membuang bayi tidak berdosa tersebut. Sedangkan pihak medis belum berani memastikan, apakah saat dibuang bayi ini dalam keadaan hidup atau justru sudah tidak bernyawa.

Seperti dilansir Padang Ekspres yang dikutip JPNN.com, mayat bayi itu berada dalam bungkusan dan tergeletak di tempat wudhu sekaligus toilet Masjid Raya Pincuran Botuang, Nagari Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota itu sudah terlihat sejak Sabtu (17/11).

Saat melihat bungkusan plastik berwana biru itu pada hari Sabtu, Maspeldi alis Mapel (41), yang sehari-hari bertugas sebagai gharim atau takmir di masjid tersebut, sama sekali tidak curiga.

"Gharim masjid itu tidak membuka isi di balik bungkusan yang dia temukan di toilet masjid. Tapi, langsung memindahkan bungkusan tersebut ke samping sumur bor yang letaknya tidak jauh dari tempat wudhu masjid," kata Kapolsek Guguak Iptu Muhammad Harvi.

Mapel dan warga Jorong Pincuranbotuang baru terkejut, Selasa siang, seorang pelajar bernama Muhamamad Wadi alias Ad, 16, mendapati seekor biawak masuk ke toilet masjid. Karena penasaran, Adi langsung mendekati kadal berukuran menengah tersebut.

Ternyata, biawak itu sedang mendekati bungkusan plastik yang mengeluarkan aroma tidak sedap.

Bungkusan plastik yang tiga hari sebelumnya ditemukan Mapel itu, lantas dibuka oleh Adi. Ternyata, di dalam bungkusan tersebut, ada kain sarung berwarna merah kecoklat-coklatan. Di balik kaki sarung ini, Adi melihat kaki bayi.

Dalam kondisi kaget, Adi memberitahu warga sekitar masjid. Kontan saja, temuan Adi ini membuat heboh warga Jorong Pincuranbotuang. Apalagi, Masjid Raya Pincuranbotuang juga terletak di pinggir jalan raya penghubung jorong tersebut dengan Nagari Kubang, Kecamatan Guguak. Sehingga pengemudi kendaraan yang lewat juga ikut singgah.

Tidak berselang lama, anggota Polsek Guguak juga datang ke Masjid Raya Pincuranbotuang. Mayat yang ditemukan di tempat wudhu sekaligus toilet masjid tersebut, akhirnya dibawa ke Puskesmas Danguang-Danguang. "Saat dievakuasi, mayat bari perempuan itu sudah membusuk," kata Iptu Muhammad Harvi.

Dari Puskesmas Danguang-Danguang, mayat bayi itu kemudian di bawa ke RSUD Adnaan WD Suliki. Direktur rumah sakit tersebut, Dr Mulyani Dhatri yang dihubungi Padang Ekspres secara terpisah, mengaku belum bisa memastikan, apakah saat dibuang pertamakali, bayi ini dalam keadaan hidup atau justru sudah tidak bernyawa. Karena, untuk ini harus ada pemeriksana forensik.

"Tadi siang (kemarin), dokter jaga memang sempat telpon saya. Mengabarkan, ada mayat bayi yang dibawa dari Guguak ke Suliki. Kondisinya, memang sudah berbau. Tapi, kita tidak bisa pastikan, sejak kapan meninggal, karena untuk itu harus otopsi dulu. Untuk memastikanya, harus forensik," kata Dokter Datri, panggilan akrab Mulyani Dhatri.

Di sisi lain, Kapolsek Guguak Iptu Muhammad Harvi memastikan, masih terus mengembangkan kasus penemuan mayat bayi di komplek Masjid Raya Pincuranbotuang. "Siapa yang membuangnya, sampai kini, masih terus kita cari. Kita juga sudah amankan barang-bukti lain, termasuk celana dalam dan pembalut wanita yang juga ditemukan di dalam bungkusan plastik," kata mantan KBO Satreskrim Polres Limapuluh Kota ini. (jpg)

Editor:arie rf
Sumber:JPNN.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat, Limapuluh Kota

wwwwww