Bercengkerama dengan Ubur-ubur Jinak di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur

Bercengkerama dengan Ubur-ubur Jinak di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur
Para Jurnalis Parlemen saat bercengkerama dengan ubur-ubur di Danau Kakaban, Kalimantan Timur. (GoNews.co)
Minggu, 11 November 2018 14:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
DERAWAN - Ubur-ubur, biasanya identik dengan sengatan yang membahayakan. Hewan lembut ini memang dikenal berbahaya bagi para penyelam di lautan. Namun sangat berbeda dengan di Kalimantan Timur.

Ubur-ubur disini tidak berbahaya dan bahkan boleh disentuh oleh para penyelam. Lokasinya juga cukup populer di kalangan wisatawan Indonesia dan mancanegara, namanya adalah Pulau Kakaban di Pulau Derawan.

Pulai Derawan ini sendiri adalah merupakan pulau kebanggaan yang dimiliki Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau Kakaban terkenal akan biota laut dan panorama bawah lautnya yang indah.

Uniknya, Pulau Kakaban juga memiliki sebuah danau di tengah pulaunya yang sudah terbentuk sejak ratusan tahun lalu bernama Danau Kakaban.

Danau ini memang terkenal memiliki spesies ubur-ubur yang tidak menyengat. Hal ini membuat wisatawan bisa berenang dengan nyaman bersama ribuan ubur-ubur berwarna jingga di tengah danau yang berair jernih itu.

GoNews.co yang berkesempat berkunjung di Pulau tersebut dengan rombongan para jurnalis dan Humas MPR yang kebetulan melaksanakan kegiatan di Pulau Derawan, juga merasakan sensasi luar biasa saat bisa menyentuh dan melihat langsung keberadaan ubur-ubur jinak itu.

Menurut pemandu wisata yang mengantarkan kami ke Danu Kakaban itu, disini ternyata ada beberapa jenis ubur-ubur yang hidup di Danau Kakaban.

Salah satunya adalah ubur-ubur terbalik (Cassiopea ornata), ubur-ubur bulan (Aurelia aurita), ubur-ubur kotak (Tripedalia cystophora), dan ubur-ubur totol (Mastigias papua).

Namun hati-hati, ubur-ubur ini tidak boleh diangkat kepermukaan maupun diambil untuk dibawa pulang. Selain itu, bagi anda yang ingin bercengkerama dengan ubur-ubur, saat menyelam juga dilarang menggunakan handbody atau sunblok, karena ubur-ubur tersebut sensitif dan bisa punah jika air danau itu tercemar oleh obat-obatan.

Nah ada tips juga nih bagi anda yang akan ke Danau Kakaban, pertama anda harus berjalan kaki terlebih dahulu melewati hutan yang masih asri, disini anda harus konsentrasi penuh, pasalnya jembatan yang kita lalui adalah jembatan kayu yang sudah dibangun cukup lama. Selain licin, juga ada beberapa kayu yang sudah rusak.

Yang kedua, usahakan sampai di Danau tersebut pada siang hari, yakni antara pukul 11-13 WITA. Karena jika anda kesorean, ubur-ubur itu tak lagi terlihat.

Sementara itu, wisatawan yang berminat ke Pulau Kakaban juga bisa melalui Kota Berau dan Tarakan. Kedua kota ini terkenal sebagai titik awal sebelum menuju ke Kepulauan Derawan. Dari sana, wisatawan harus menewa speedboat untuk sampai ke Pulau Kakaban. ***

wwwwww