Pulau Tikus Bengkulu Terancam Lenyap, Ini Sebabnya

Pulau Tikus Bengkulu Terancam Lenyap, Ini Sebabnya
Kamis, 08 November 2018 00:46 WIB
JAKARTA - Dampak pemanasan global telah terasa di berbagai penjuru dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Salah satu dampak tersebut dialami Pulau Tikus. Pulau kecil berpanorama alam indah yang masuk wilayah Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu itu terancam tenggelam.

Pakar Kelautan dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Zamdial Ta'alidin, mengatakan luas Pulau Tikus mengalami penyusutan cukup drastis. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, 1,4 hektar wilayah pulau tersebut terendam air laut.

"Tahun 2013, luas daratannya masih mencapai 2 hektare, pada 2015 luasnya mengecil menjadi 0,8 hektare. Sedangkan saat ini, 2018, daratan yang tersisa di Pulau Tikus hanya 0,6 hektare," ujar Zamdial, dikutip dari Liputan6.com.

Zamdial mengatakan kepada Antara, pemanasan global membuat Pulau Tikus rentan terhadap ancaman tenggelam dan abrasi.

Pulau Tikus dikeliling gugusan terumbu karang seluas 250 hektare. Pulau tidak berpenghuni ini mulai dilirik untuk dijadikan kawasan wisata karena pemandangan alamnya yang indah.

Letak pulau ini tidak jauh dari Kota Bengkulu. Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai di pulau ini menggunakan perahu.

Zamdial mengingatkan kondisi Pulau Tikus sudah sangat memprihatinkan. Butuh upaya serius untuk menyelamatkan pulau ini dari ancaman tenggelam.

"Apabila tidak ada upaya penyelamatan, maka Pulau Tikus akan tenggelam dalam beberapa dekade ke depan," ucap dia.

Zamdial pun mendorong pemerintah setempat memasukkan upaya penyelamatan pulau indah ini dalam skala prioritas. Karena selain keindahan alamnya, Pulau Tikus juga menyimpan sejarah panjang bagi masyarakat Kota Bengkulu.

" Ada dua cara untuk menyelamatkan Pulau Tikus dari ancaman tenggelam dan abrasi, yaitu melalui reklamasi serta membangun benteng perlindungan alami dari tanaman bakau," terang Zamdial.

Menurut dia, dua langkah tersebut harus dijalankan secara bersamaan. Jika hanya reklamasi akan menelan biaya besar dan dikhawatirkan sia-sia karena kuatnya arus gelombang laut.

" Peningkatan populasi bakau dan terumbu karang menjadi cara ampuh yang murah dan ramah lingkungan untuk menyelamatkan Pulau Tikus dati ancaman tenggelam dan abrasi," ucap dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Dream.co.id
Kategori:Uncategories
wwwwww