Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
21 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
2
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
19 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
3
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
17 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
4
Mulai 1 Juni, Semua Objek Wisata di Pesisir Selatan Kembali Dibuka
Pesisir Selatan
17 jam yang lalu
Mulai 1 Juni, Semua Objek Wisata di Pesisir Selatan Kembali Dibuka
5
Pukul Pantat Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan di Pasar, 8 Polisi Diamankan
Peristiwa
15 jam yang lalu
Pukul Pantat Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan di Pasar, 8 Polisi Diamankan
6
Jalan Penghubung Bukittinggi - Pasaman Barat Tertimbun Longsor Sepanjang 25 Meter
Agam
9 jam yang lalu
Jalan Penghubung Bukittinggi - Pasaman Barat Tertimbun Longsor Sepanjang 25 Meter
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Jalan Amblas Sepanjang 75 Meter, 10 Nagari di Sijunjung Terisolasi

Jalan Amblas Sepanjang 75 Meter, 10 Nagari di Sijunjung Terisolasi
Longsor di Sijunjung. (foto: detikcom)
Senin, 05 November 2018 19:15 WIB
SIJUNJUNG - Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, menetapkan masa tanggap darurat banjir dan tanah longsor selama dua pekan. Ada sejumlah titik longsor lainnya yang terjadi di daerah itu.

Di Sijunjung, banjir dan tanah longsor menyebabkan satu orang tewas serta ratusan rumah terendam dan memutus jalan satu-satunya warga yang tinggal di 10 nagari karena amblas sepanjang 75 meter.

"Sudah kita tetapkan. Masa tanggap darurat selama 14 hari," kata Bupati Sijunjung Yuswir Arifin seperti dilansir detikcom, Senin (5/11/2018).

Ia menambahkan, masa tanggap darurat diberlakukan sampai 18 November mendatang. Khusus jalan yang amblas, kata Yuswir, dipastikan sulit diperbaiki karena badan jalan amblas dan dihanyutkan air sungai.

"Satu-satunya cara, kita perlu bikin jalan baru. Jalan sekarang tak bisa dipakai lagi. Perbaikan jalan amblas butuh biaya lebih besar dan waktu lebih lama karena kondisi tanahnya masih berpotensi longsor," katanya.

Untuk itu, Pemkab berharap warga mau dengan sukarela menyerahkan tanahnya untuk dijadikan jalan baru karena tidak ada anggaran khusus untuk penggantian tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sijunjung Hardiwan menyebutkan, malam ini tokoh adat dan warga pemilik lahan di sekitar lokasi akan menggelar musyawarah.

"Besok insya Allah akan ada kejelasan. Malam ini warga musyawarah," jelas Hardiwan kepada detikcom.

Jalan amblas berada di kawasan Nagari Kumanis, sekitar 45 menit perjalanan darat dari Muaro Sijunjung, ibu kota Kabupaten Sijunjung.

"Ada 10 nagari yang kini terisolir, karena jalan sama sekali tak bisa digunakan. Putus total," kata dia.

Sepuluh nagari yang terisolasi itu adalah Tanjung Banai, Tanjung Aua, Tanjung Labuah, Sumpur Kudus, Sumpur Kudus Selatan, Lantai, Sisawa, Unggan, Unggan Bukik, dan Tampa Rungo.(asp/dtc)

Editor : arie rf
Sumber : detikcom
Kategori : GoNews Group, Umum, Peristiwa, Sumatera Barat, Sijunjung

Loading...
www www