Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
11 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
2
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Politik
11 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
3
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
Hukum
7 jam yang lalu
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
4
Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban
Internasional
19 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban
5
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
7 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
6
Kasus Pemblokiran Internet di Papua, PTUN Putuskan Jokowi Bersalah, Dihukum Bayar Biaya Perkara Rp457 Ribu
Nasional
12 jam yang lalu
Kasus Pemblokiran Internet di Papua, PTUN Putuskan Jokowi Bersalah, Dihukum Bayar Biaya Perkara Rp457 Ribu
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Jalan Penghubung Palembayan ke Bukittinggi Ambles 12 Meter

Jalan Penghubung Palembayan ke Bukittinggi Ambles 12 Meter
Longsor terjang bahu jalan di Agam. (foto: Johan Utoyo/Covesia)
Minggu, 04 November 2018 14:40 WIB
AGAM - Ruas jalan provinsi di Jorong Kayu Pasak, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam yang menghubungkan daerah itu dengan Kota Bukittinggi, belum bisa dilewati kendaraan setelah terban atau ambles sepanjang 12 meter, Jumat (2/11/2018).

Wali Nagari Silareh Aia, Iron Maria Edi ditemui di Lubukbasung mengatakan, hampir seluruh badan jalan sudah ambles karena longsor, sementara sisi kiri dan kanan jalan terdapat jurang yang dalam dan perbukitan.

"Jalan sudah tidak bisa lagi dilewati kendaraan roda dua dan empat," katanya, Sabtu 3 November 2018 seperti dilansir Liputan6.com.

Dengan kejadian itu, kendaraan dari Padang Koto Gadang menuju ke Palembayan dan Bukittinggi harus melewati Batu Kambiang dengan jarak cukup jauh.

Jalan tersebut terban akibat longsor melanda daerah itu pada Jumat (2/11) sekitar pukul 13.30 WIB. Jalan itu terban sekitar 1,5 meter, panjang 12 meter dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Pada Jumat (2/11/2018) malam, badan jalan kembali terban karena curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Muhammad Lutfi Ar menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumbar terkait perbaikan jalan tersebut.

"Mudah-mudahan jalan diperbaiki agar lalu lintas kembali normal," katanya dilansir Antara.

Ia menyatakan curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada Jumat (2/11) siang sampai sore, mengakibatkan empat dari 16 kecamatan di daerah itu dilanda bencana longsor dan banjir.

Bencana tanah longsor itu terjadi di Kayu Pasak, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan pada Jumat (2/11) sekitar pukul 13.30 WIB, mengakibatkan ruas jalan provinsi terban sepanjang 12 meter dan jalan tidak bisa dilalui kendaraan.

Sementara tanah longsor di Koto Tuo, Nagari Simarasok, Kecamatan Baso pada Jumat (2/11) sekitar pukul 20.10 WIB, mengakibatkan satu unit rumah milik Armi (62) mengalami rusak berat.

Sedangkan tanah longsor di KM 43 Jorong Haraban, Nagari Nan Tujuh, Kecamatan Palupuh pada Sabtu (3/11) sekitar pukul 08.00 WIB, mengakibatkan ruas jalan tertimpa material longsor.

"Material tanah longsor yang menimbun rumah dan menimbun ruas jalan sudah dibersihkan anggota Satgas BPBD, Satpol PP Damkar, TNI, Polri dan masyarakat," katanya.

Selain itu, bencana banjir terjadi di Kurao, Jorong Pasar Durian, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung pada Jumat (2/11) sekitar pukul 17.36 WIB, mengakibatkan delapan unit rumah terendam banjir sekitar 1,0-1,5 meter.

Dengan kondisi itu, 20 jiwa warga telah diungsikan ke daerah lebih aman dan saat ini stok air sudah mulai berkurang.

Daerah itu merupakan lokasi rawan banjir akibat meluapnya air Sungai Antokan apabila curah hujan tinggi melanda daerah itu."Tidak ada korban jiwa akibat longsor dan banjir tersebut. Untuk kerugian material sedang kita data," katanya.(l6c)

Editor : arie rf
Sumber : Liputan6.com
Kategori : GoNews Group, Umum, Peristiwa, Sumatera Barat, Bukittinggi, Agam

Loading...
www www