Heboh Buah Pisang Raksasa Sepanjang 18 Cm, Namun Sayang tak Dapat Dimakan

Heboh Buah Pisang Raksasa Sepanjang 18 Cm, Namun Sayang tak Dapat Dimakan
Sabtu, 13 Oktober 2018 15:06 WIB
PAPUA - Pisang raksasa, yakni pisang terbesar di dunia yang tumbuh di Papua dan Papua Nugini, bernama Musa ingens. Tumbuhan khas hutan tropis yang habitatnya di dataran tinggi, 1.350 - 1.800 meter dari permukaan laut.

Musa ingens betul-betul pisang raksasa. Musa diduga berasal dari kata Sansekerta Muca, melalui Latin dan Arab. Dan ingens berasal dari bahasa Latin dan berarti besar, berlebihan.

Tumbuhan jenis herbal dan pisang terbesar di dunia. Di Indonesia, Musa ingen ditemui di pengunungan Arfak, Papua Barat.

Sebagaimana diunggah portal myjunglegarden.com, pisang Musa ingens bapat tumbuh hingga setinggi 15 meter, dan lingkar batang mencapai 2 meter.

Kelopak daunnya tampak licin seperti lilin, yang bagian bawahnya berwarna kemerahan.

Daunnya bisa sepanjang 5 meter dan lebar 1 meter. Pangkal pelepah sepanjang hingga 60 cm.

Musa ingens merupakan pisang langka yang sangat dicari banyak orang pencinta pisang di dunia.

Sangat sulit menemukan benih pisang jenis ini. Kalaupun ada ditemukan, pengembangbiakannya sangat sulit karena biji untuk tumbuh menjadi cambah saja memakan waktu satu tahun atau lebih.

Bunga pisang atau biasa disebut jantung pisang jenis ini, menggantung sangat besar. Bunga bakal pisang bisa sepanjang 10 cm. Jantung pisang bisa berjumlah 20 sisir, masing-masing 16-25 bunga.

Setandan pisang raksasa sangat berat, sekitar 60 kg. Pisang matang sepanjang 18 cm, dan lebar diameter 3-4 cm. Namun disebut, buah pisang Musa ingens tidak dapat dimakan layaknya pisang ambon, dan pisang lainnya yang lazim dikonsumsi.

Seperti disebut di atas, pengembangbiakan pisang Musa ingens sangat sulit. Di hutan alam, biji pisang biasanya berkecambag sangat tidak teratur, dan memerlukan waktu lama.

Walaupun demikian, pengembangbiakan melalui rekayasa manusia memungkinkan terjadi. Caranya adalah, merendam biji pisang selama tiga hari. Sebaiknya air rendaman diganti saban hari.

Benih sebaiknya ditanam di dalam pot berisi tanah lembab. Agar kelembaban bertahan, wahana pembibitan tebaiknya ditutupi atau dilindungi sehingga tidak langsung terpapar sinar terik matahari. Pada 2-3 minggu pertama, pertahankan suhu berkisar 15-18 derajat Celcius, kemudian dinaikkan menjadi 25-30 derajat C.

Diperlukan waktu lama, bisa satu bulan, mungkin juga lebih dari 1 tahun untuk mendapatkan biji tumbuh menjadi kecambah. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tribun timur
Kategori:Uncategories
wwwwww