Loading...    
           

Jalan Layang Kelok Sembilan Kembali Disterilkan, Lapak Pedagang Dibongkar Tim Gabungan

Jalan Layang Kelok Sembilan Kembali Disterilkan, Lapak Pedagang Dibongkar Tim Gabungan
Anggota Pol PP Limapuluh Kota membongkar lapak-lapak pedagang yang berdiri di bahu jalan Kelok Sembilan, Selasa (2/10). (foto: dadang/harianhaluan.com)
Rabu, 03 Oktober 2018 13:37 WIB

LIMAPULUH KOTA - Untuk kedua kalinya, tim gabungan melakukan pembersihan kawasan jalan layang Kelok Sambilan dari pedagang kaki lima yang menggelar dagangan di bahu jalan. Pembersihan yang dilakukan Selasa (2/10) pagi berjalan maksimal dan tanpa perlawanan.

Pembongkaran lapak pedagang dilakukan secara paksa setelah peringatan yang dilayangkan pemerintah tak digubris beberapa pedagang.

"Dua surat peringatan agar pedagang membuka sendiri lapaknya tak didengar sebagian pedagang. Akhirnya petugas turun dan langsung melakukan penertiban," kata Kasat Pol PP Limapuluh Kota, Nasryanto seperti diberitakan harianhaluan.com.

Dijelaskan Kasat Pol PP, selama penertiban berlangsung tidak terjadi konflik antara pedagang dengan petugas gabungan. "Sebelum penertiban dilakukan, sejak Subuh pedagang sudah membuka tenda-tenda di kawasan jalan layang. Cuma ada beberapa tenda lagi yang masih tersisa dan itu yang dibuka oleh petugas," ucap Nasryanto.

Ada sekitar 130 lebih anggota gabungan dari berbagai instansi yang ikut melakukan penertiban terhadap 53 pedagang yang berjualan. Tenda-tenda yang ditertibkan itu, dibawa oleh masing-masing pedagang ke jalan lama sebagai lokasi yang diizinkan oleh Pemprov Sumbar serta Pemkab Limapuluh Kota.

"Sekarang lokasi jalan layang sudah bersih dari pedagang. Kita akan terus mengawasi pedagang ini supaya tidak kembali berjualan di bahu jalan," kata Kasat Pol PP lagi.

Sementara sejumlah pedagang sangat berharap ke pemerintah untuk menyediakan lokasi permanen untuk berjualan. Mereka bukannya tak mau pindah, namun menunggu adanya lokasi yang representatif. "Kami pindah ke lokasi sementara. Tetapi entah sampai kapan lokasi permanen disediakan oleh pemerintah. Ini yang sangat kami harapkan" ucap sejumlah pedagang.

Dilarangnya pedagang untuk berjualan di kawasan jalan layang itu, bermula dari hasil survei jajaran Ditlantas Polda Sumbar. Dalam survei, keberadaan pedagang di bahu jalan dianggap membahayakan dan rentan terjadinya kecelakaan.

Selain itu, adanya aktifitas jual beli di jalan layang, turut mengganggu arus lalulintas di jalur penghubung Sumbar – Riau. Bahkan, paling parahnya, sekitar jalan layang lokasi aktifitas pedagang juga ditemukan keretakan pada bahu jalan.

Awal Juni lalu seluruh lapak-lapak pedagang yang berjumlah 160 unit sudah dibuka paksa. Tiga bulan setelah dibersihkan, kawasan jalan layang kembali menempati pedagang. ***

Editor:Arie RF
Sumber:harianhaluan.com
Kategori:Sumatera Barat, Peristiwa, GoNews Group, Limapuluh Kota

Loading...
wwwwww