Home  /  Berita  /  Hukum

Ditinggal Makan Sebentar, Kaca Mobil Nasabah BRI Bukittinggi Ini Pecah, Uang Tunai Rp45 Juta Raib Digondol Maling

Ditinggal Makan Sebentar, Kaca Mobil Nasabah BRI Bukittinggi Ini Pecah, Uang Tunai Rp45 Juta Raib Digondol Maling
Ditinggal Makan Sebentar, Kaca Mobil Nasabah BRI Bukittinggi Ini Pecah, Uang Tunai Rp45 Juta Raib Digondol Maling, Selasa 18 September 2018.
Rabu, 19 September 2018 14:49 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Usai mengambil uang, mobil salah seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) bernama Afrida (41) warga Jalan Muhammad Yamin Gang Cemara No.165 Aur Atas Kelurahan Aur Kuning Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, lenyap digondol maling, pada Selasa 18 September, sekira pukul 11.40 WIB.

Usai terjadinya peristiwa itu, suami korban memperlihatkan kaca mobil dipecahkan oleh maling saat melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian resor Bukittinggi. Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp45 juta dengan modus kejahatan pemecahan kaca mobil di Jalan Urip Sumoharjo tepatnya di depan Mesjid Hanif Kodim 03/04 Agam, sebelah lapangan Kantin Wirabraja, Bukittinggi.

Kronologis terjadinya peristiwa itu berawal saat korban usai menarik uang tunai di BRI Pasar Atas sebesar Rp48,5 juta. Usai menarik uang tunai, korban meninggalkan Bank menggunakan mobil Mazda Two, dengan Nopol B 144 NIE berwarna merah.

Setelah menarik uang tunai, kemudian korban bersama suaminya bermaksud pulang ke rumah, namun dalam perjalanan korban terlebih dahulu singgah di tempat jajanan makanan yang berada di depan simpang RS Madina baru yang berada di seberang jalan lapangan Kantin Wirabraja, Bukittinggi.

Tidak berapa lama makan, saat korban dan suaminya hendak menuju mobil mereka, alangkah terkejutnya korban, ketika melihat kaca mobil depan sebelah kiri sudah pecah. Uang yang disimpan di laci dashboard mobil juga terlihat sudah lenyap.

Saat dimintai Keterangan oleh kepolisian Polres Bukittinggi Afrida didampingi Suaminya mengatakan uang yang hilang tersebut merupakan uang hasil penjualan rumah. Rencana korban uang tersebut akan dipergunakan untuk membayar kontrakan rumah.

"Uang yang kami tarik dari BRI disimpan di laci Dasboard mobil. Jumlah yang kami tarik sejumlah Rp48,5 juta, namun yang disimpan dalam dashboard sebesar Rp45 juta sisa Rp3,5 juta disimpan di dalam tas saya," terang Afrida.

Diperkirakan korban sejak keluar dari bank tidak menyadari kalau sudah menjadi target dari maling, namun korban tidak menyadari hal itu. Ketika ditanyakan, korban merasa tidak mengetahui jika sudah menjadi target dari pencuri. Dalam perjalanan dari bank, kami tidak ada merasa curiga, jika kami menjadi incaran maling, tuturnya.

"Saya sungguh tidak menyangka peristiwa ini akan terjadi, karena jarak antara tempat sarapan dengan mobil diparkir tidak terlalu jauh bahkan saya rasa hanya belasan meter saja. Peristiwa pemecahan kaca mobil ini juga tidak terdengar dan tidak diketahui warga setempat, pada hal tempat makan itu sedang ramai dikunjungi warga,"sebutnya.

Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Andi M.A Makou adanya laporan pencurian dengan modus pacah kaca tersebut, Rabu 19 September 2018.

Korban sudah melapor dan anggota kita sudah melakukan penyidikan dengan mengumpulkan bukti - bukti yang dapat dijadikan petunjuk, ungkapnya.

Informasi yang kami peroleh, pencurian dengan modus pecah kaca itu sudah sering terjadi di Bukittinggi, karena itu pihaknya akan segera menyidik kasus tersebut.

Kasat Reskrim juga mengimbau, bagi masyarakat yang mau melakukan. penarikan uang sejumlah banyak, diharapkan supaya tidak berhenti dan singgah di jalan, dan langsung ke tujuan, serta tidak meninggalkan uang tunai di dalam mobil, pungkasnya.(**)

wwwwww