Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
23 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
2
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Politik
8 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
3
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
Politik
21 jam yang lalu
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
4
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
Padang
21 jam yang lalu
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
5
Ratusan Pengemudi Go-jek di Padang Gelar Unjuk Rasa
Padang
24 jam yang lalu
Ratusan Pengemudi Go-jek di Padang Gelar Unjuk Rasa
6
Hikmah Dibalik Penjara Arab Saudi Selama 18 Tahun, Ety Berhasil Hafal 30 Juz Alquran
Peristiwa
23 jam yang lalu
Hikmah Dibalik Penjara Arab Saudi Selama 18 Tahun, Ety Berhasil Hafal 30 Juz Alquran
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Banyak Sirine Peringatan Tsunami di Pariaman Rusak karena Akinya Dicuri

Banyak Sirine Peringatan Tsunami di Pariaman Rusak karena Akinya Dicuri
ilustrasi: sirine peringatan dini tsunami
Kamis, 06 September 2018 20:12 WIB
PARIAMAN - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat menyebutkan, 10 dari 16 sirine peringatan dini tsunami yang ada di daerah tersebut mengalami kerusakan. Bahkan, saat ini alat pendeteksi itu tinggal bersisa enam unit saja yang bisa berfungsi.

"Jadi, kerusakan alat bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Sumbar pada 2014 ini karena akinya dicuri oleh sesorang, akibatnya sudah tidak berfungsi," ujar Kepala BPBD Kota Pariaman, Asrizal di Pariaman, Kamis (6/9/2018) seperti dilansir Kumparan.com.

Ia menambahkan, untuk memperbaiki sirine itu, pihaknya membutuhkan tenaga teknisi khusus dari Jakarta, sedangkan pengadaan barang pada 2018 belum tersedia.

Kota Pariaman memiliki garis pantai sepanjang 12,5 kilometer. Asrizal menilai idealnya daerah itu membutuhkan 16 sirine Early Warning System (EWS).

"Masing-masing sirine ini memiliki daya jangkau hingga satu kilometer, untuk mendeteksi adanya peringatan bencana alam tsunami," paparnya.

Sementara, untuk jalur evakuasi, pemerintah setempat telah menyiapkan 20 titik kumpul dengan 22 jalur yang terdapat di Kecamatan Pariaman Utara, Kecamatan Pariaman Timur dan Kecamatan Pariaman Selatan.

Di sisi lain, ada juga beberapa bangunan yang bisa dijadikan shelter sementara apabila terjadi tsunami. "Di antaranya, sekolah Menengah Pertama Negeri 2 (SMPN), bekas kantor wali kota lama di Kelurahan Karan Aur," paparnya. ***

Editor : Arie RF
Sumber : kumparan.com
Kategori : Sumatera Barat, Umum, GoNews Group, Pariaman

Loading...
www www