Tsanawiyah Muhammadiyah Pangkalan Ludes Terbakar, PWM Sumbar Langsung Galang Bantuan

Tsanawiyah Muhammadiyah Pangkalan Ludes Terbakar, PWM Sumbar Langsung Galang Bantuan
Bangunan MTsM Pangkalan Koto Baru yang hangus terbakar.
Minggu, 02 September 2018 17:09 WIB
PADANG - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar bergerak cepat setelah mendapat kabar adanya kebakaran yang melalap bangunan Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) Pangkalan Koto Baru, Limapuluh Kota, Sumbar, Sabtu (2/9/2018).

Ketua PWM Sumbar Dr Shofwan Karim Elhusein mengatakan, ini musibah yang harus segera disikapi secara cepat dengan menggalang aksi pasca kebakaran hebat.

"Hari ini ada beberapa agenda PWM, di antaranya kunjungan ke kampus UMSB, pengajian Carana Kiat Andalas, kunjungan ke Pesantren Mualimin Sawah Dangka, kemudian dilanjutkan kunjungan ke lokasi, dan terakhir Asrama Putri Ponpes Alkautsar," tuturnya seperti diberitakan minangkabaunews.com.

"Kita cek dan akan salurkan bantuan senilai Rp13 juta berasal dari infaq untuk MTsM Pangkalan 50 Kota yang terbakar kemarin. Donasi dikumpulkan dari PWM Lazismu KL Taqwa Rp1.000.000, UAD Yogyakarta Rp10 juta, dan Jamaah Tabligh Akbar PDM Bukittinggi Milad Muhammadiyah dua juta," pukasnya.

Kepala MTSM Pangkalan, Izzati membenarkan telah terjadi kebakaran hebat di kawasan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, sebuah sekolah MTs Muhammadiyah ludes dilalap sijago merah, Sabtu (1/9/2018) malam sekira pukul 21.00 WIB.

"Api dengan cepat meluluhlantakan bangunan sekolah yang berlantai dua tersebut, hingga tak ada satupun yang bisa diselamatkan. Beruntung dalam musibah itu tidak ada korban jiwa, namun ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah," ujarnya.

Kebakaran diduga akibat terjadinya korsleting listrik. Percikan api yang timbul membakar bagian bangunan dan dengan cepat membesar dan menyebar.

Petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Selain dari Damkar, bantuan pemadaman juga dilakukan warga sekitar. "Kobaran api bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian atau sekitar pukul 21.30 WIB," katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sedangkan kerugian materiil, saat ini masih dihitung pihak sekolah. "Kebakaran yang terjadi diduga karena terjadinya korsleting listrik, langsung membesar dan menyambar bagian lain," tandasnya.

Sekretaris Wali Nagari Pangkalan, Hari Mandala mengatakan, "Benar terjadi kebakaran yang menghanguskan bangunan sekolah. Belum jelas penyebab kebakarannya, api begitu cepat menyambar seluruh bagian bangunan ini," Sebutnya ketika dihubungi Minangkabaunews.com via ponsel.

Ditambahkannya, ketika api menyala, masyarakat berupaya memadamkan api dengan alakadarnya, karna mobil pemadam kebakaran belum datang. "Sebelum mobil pemamadam kebakaran datang, semampu masyarakat saja untuk mengupayakan agar api tidak menyambar bangunan lain," tambahnya.

Ditaksir kerugian akibat kebakaran yang mengahanguskan hampir seluruh bangunan sekolah yang didirikan tahun 1950 itu sekitar Rp2 milyar rupiah.

Sebanyak 173 orang murid yang mengikuti pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Pangkalan tidak memiliki tempat dan fasilitas belajar.

"Melihat kondisi bangunan, para pelajar MTsM tidak dapat memakai tempat belajar bahkan fasilitas untuk proses belajar mengajar mereka hangus dilalap api," tandasnya.

Ketua PD Muhammadiyah Payakumbuh, Ashril Syamsu mengatakan PDM dan Warga Muhammadiyah Kota Payakumbuh turut berdukacita atas musibah kebakaran yang menimpa MTs Muhammadiyah Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota.

"Semoga ada hikmah yang lebih baik yang akan diberikan Allah. Mari kita galang kembali dana untuk membangun sekolah tersebut," imbuhnya.

"PDM Bersama Lazismu Kota Payakumbuh mulai pagi ini sudah membuka posko pengumpulan dana di depan Masjid Ansharullah Muhammadiyah Payakumbuh," tutupnya. ***

Editor:Arie RF
Sumber:minangkabaunews.com
Kategori:Sumatera Barat, Pendidikan, Peristiwa, GoNews Group, Limapuluh Kota

wwwwww