Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
9 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
2
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
Sumatera Barat
23 jam yang lalu
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
3
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
7 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
4
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
11 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
5
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
Payakumbuh
22 jam yang lalu
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
6
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat 'Jalan Tikus'
Limapuluh Kota
22 jam yang lalu
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat Jalan Tikus
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Tahun 2018, Dinas Sosial Mentawai Sudah Salurkan Bansos kepada 5.211 KPM

Tahun 2018, Dinas Sosial Mentawai Sudah Salurkan Bansos kepada 5.211 KPM
Rabu, 22 Agustus 2018 13:27 WIB

MENTAWAI - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DSP2PA)
Mentawai Tahun 2018, salurkan Bantuan Sosial (Bansos) kepada 5211 Keluarga Penerimaan Manfaat (KPM) yang tersebar di Kepulauan Mentawai.

Hal itu dikatakan oleh Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Keluarga DSP2PA Mentawai
Novery Irawan, S. SOS kepada wartawan, baru-baru ini di ruang kerjanya.

Ia menyebutkan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial itu sebagai upaya pemerintah untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, terutama bagi masyarakat ekonomi lemah.

"Sasaran pertama PKH itu adalah masyarakat ekonomi lemah, ini yang akan didorong untuk menumbuhkan ekonomi keluarga melalui home industri, selanjutnya masyarakat lanjut usia (Lansia), ibu hamil, balita, anak sekolah," paparnya.

Sementara itu untuk pengucuran bantuan tersebut, kata Novery, dilakukan secara bertahap, yakni 4 kali dalam satu tahun. Penerimaan pertama jatuh pada bulan Februari, berikutnya bulan Mei, Agustus dan bulan November.

Berdasarkan laporan pendaping usaha kata Novery para KPM selain menggunakan uang
tersebut untuk keperluan pendidikan dan kesehatan, juga ada yang menggunakan dana tersebut untuk membangun usaha rumahan seperti, produksi minyak kelapa dan perkebunan jagung.

"Kita punya pendamping usaha yang baru 26 orang dan yang lama 9 orang, baru-baru ini sudah melakukan pertemuan, membicara renca pendampingan KPM untuk mengembangkan usahanya, jadi uang tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi keluarga, " ungkapnya

Ia mengaku pihaknya belum maksimal melakukan pendamping terhadap KPM, karena terkendala dengan anggaran, yang mana kata Novery tahun ini pihaknya tidak ada anggaran untuk melakukan pembinaan langsung kepada masyarakat.

"Kita tahu tahun ini Anggaran defisit, sehingga banyak kegiatan yang dikurangi, salah satunya kegiata ini, jadi kita sudah tau keluhan kawan-kawan pendamping dilapangan, untuk mendampingi mereka kita tidak punya anggaran, " timpalnya

Ia berharap masyarakat penerima bantuan benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut untuk hal yang bermanfaat misalnya, meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. (ss)


Loading...
www www