Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
14 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
2
Pembobol 11 Mesin ATM Dihadiahi Timah Panas
GoNews Group
24 jam yang lalu
Pembobol 11 Mesin ATM Dihadiahi Timah Panas
3
Bak 'Kuburan', Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Bak Kuburan, Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
4
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
2 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
5
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
2 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Rawan Bencana, Warga Delapan Desa di Mentawai Dilatih Tangguh Bencana

Rawan Bencana, Warga Delapan Desa di Mentawai Dilatih Tangguh Bencana
Selasa, 21 Agustus 2018 17:45 WIB

MENTAWAI - Sebagai daerah kepulauan yang rawan bencana gempa dan tsunami, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai intens mempersiapan masyarakat agar siaga dan tangguh terhadap bencana.

Warga di delapan desa yang tersebar di Kepulauan Mentawai telah dilatih oleh lembaga non pemerintah atau Non Government Organisation (NGO) dari Arbiter Smart Bund (ASB) bekerjasama dengan BPBD Mentawai, guna meminimalisir resiko bencana tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Mentawai Nurdin mengatakan, kerentanan bencana alam di Mentawai harus diminimalisir dengan cara memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait apa saja yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

"Ini upaya kita bagaimana masyarakat siap menghadapi bencana. Harapan kita, masyarakat yang dilatih itu setidaknya bisa menyelamatkan diri dan kalau bisa dapat membantu keluarga dan masyarakat lainnya sesuai dengan kemampuannya," ungkap Nurdin, Selasa (21/8/2018) di ruang kerjanya.

Warga delapan desa yang dilatih itu adalah Desa Simalegi, Katurei dan Sagulubbeg di wilayah Pulau Siberut. Kemudian warga Desa Bosua, Betumonga, Tuapejat, Sipora Jaya dan Goso'oinan di wilayah Pulau Sipora.

"Dari satu desa nanti terbagi lagi beberapa kelompok tim tangguh bencana dan jumlahnya mencapai ratusan orang per desa. Tujuannya agar mereka siap menghadapi bencana. Harapan kita sih tidak terjadi bencana, namun itu merupakan kuasa Tuhan, tidak bisa kita bantah," timpalnya.

Sementara itu pihaknya mengimbau masyarakat, terutama terhadap pemerintah desa untuk menata kembali rambu-rambu atau tanda jalur evakusi yang sudah rusak dan bergotong-royong membersikan jalan jalur evakusi yang sudah dibangun sebelumnya.

"Kita sudah membuat draf Perbup terkait kegiatan simulasi pengurangan resiko bencana yang dilakukan di tingkat desa, karena dengan melihat kekuatan kita di BPBD tidak terlalu kuat dengan jumlah masyarakat yang ada," ungkapnya.

Disamping itu ia telah memberikan surat edaran kepada pelaku usaha akomodasi parawisata di bebera resort di pulau kecil di Mentawai, untuk membangun jalur evakusi. "Pihak resort harus membuat jalur evakusi tempat aman ketika suatu waktu terkadi bencana gempa dan tsunami.

Terkait gempa akhir-akhir ini sering melanda Kepulauan Mentawai, ia mengimbau masyarakat untuk membangun rumah dengan konstruksi bangunan dari kayu.

"Kalau masyarakat ingin membangun rumah, bangunlah dengan berbahan kayu, sehingga meminimalisir resiko bencana gempa, karena dari pengalaman kita korban jiwa bukan karena gempa, tetapi tertimpa runtuhan bangun yang terbuat dari beton," pungkasnya.(ss)


Loading...
www www