Anak-anak Muda Indonesia akan Ramaikan Kompetisi Divisi Juvenil de Honor di Spanyol

Anak-anak Muda Indonesia akan Ramaikan Kompetisi Divisi Juvenil de Honor di Spanyol
Minggu, 12 Agustus 2018 00:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sebanyak delapan anak Indonesia hari ini, Sabtu, 11 Agustus 2016 bertolak ke Spanyol untuk menimba ilmu sepak bola bersama klub Spanyol, Club Internacional De La Amistad (Palencia) yang akan berkompetisi di divisi Juvenil de Honor, atau kompetisi kasta tertinggi di level U-18.

Mereka terpilih dari proses seleksi yang diikuti 140 anak dan dilihat langsung kemampuannya oleh dua pelatih Spanyol, Manuel Ganan Rodriguez dan Luis Fernando Ortega Marino, di daerah Sawangan Depok awal Juli lalu.

Project Director Vamos Indonesia, Fanny Riawan, menyatakan bahwa persiapan mendapatkan anak-anak muda Indonesia yang bertalenta khusus ini telah dilakukan sejak 1,5 tahun lalu.

Program ini bertujuan salah satunya untuk mengembangkan potensi bibit-bibit baru pemain sepakbola Indonesia agar bisa maksimal. Selain itu, juga dimaksudkan untuk mengisi banyaknya kekosongan pemain di liga Eropa.

"Saat ini Liga Juvenil de Honor adalah kompetisi yang bergengsi di levelnya. Tim Palencia akan menghadapi Real Madrid, Atletico Madrid, Leganes, Levante, dan itu artinya mereka tidak boleh bermain-main. Palencia berhasil promosi pada tahun ini sehingga merupakan kesempatan yang langka bagi pemain muda Indonesia untuk bisa bermain di sana. Kami mendapatkan tawaran tersebut, jadi saya berharap anak-anak Indonesia bisa bersaing di sana," lanjutnya.

Tak hanya berlatih dan berkompetisi di Spanyol, Project Manager Tim Vamos Indonesia, Merdi Sofansyah, menyebut kedelapan anak Indonesia ini juga akan bersekolah di sekolah milik klub Palencia.

Bicara soal berapa lama mereka akan berlatih dan berkompetisi di sana, Merdi menjelaskan bahwa setiap tahunnya kedelapan pemain itu akan dievaluasi dengan hasil akan tetap bertahan atau pulang kembali ke Indonesia.

"Program project i26 Vamos Indonesia dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada anak-anak Indonesia yang punya talenta sepak bola di atas rata-rata untuk memaksimalkan potensinya dengan menyekolahkan mereka di Palencia Junior Football Academy di Spanyol," kata Project Manager Tim Vamos Indonesia, Merdi Sofansyah. 

"Melalui program ini, tidak hanya skill bola yang diubah kembangkan, melainkan juga pola pikir, otot dan tubuh, serta daya tahan. Bahkan pola makan hingga gaya hidup juga dipikirkan agar bisa menjadi pemain sepak bola profesional," ujarnya.

Salah seorang tim Vamos Indonesia, Rafliyandi Yusuf Adzani yang baru pertama kali berangkat ke Spanyol menyebut momen ini menjadi langkah awal baginya untuk mewujudkan mimpi berkarier di Liga Spanyol. Anak yang menjadikan Barcelona sebagai klub favorit itu bahkan menegaskan batas minimal baginya adalah berlaga di Segunda Division.

"Allah memberikan jalan bagi saya. Walau saya sering mengalami kegagalan di banyak turnamen, tapi saya tidak menyerah dan akhirnya saya mendapatkan kesempatan seperti ini. Rasanya senang dan terharu, saya merasa latihan selama ini akhirnya terbayar," ujar pemain yang pernah bergabung dengan sejumlah SSB, seperti Gelora Putra, Tunas Betawi, ASIOP, dan Trisakti.

Sebelum berangkat ke Spanyol, tim Vamos Indonesia juga digembleng oleh Suryo Agung Run School selama tiga minggu. Mereka berlatih speed, endurance dan agility test di GOR Rawamangun dan bukit di belakang Masjid Al Bina Senayan. 

Pemilik dan pengelola Suryo Agung Run School, Suryo Agung menyebut "Dengan modal yang dipunyai pemain-pemain ini Insya Allah, mereka bisa bersaing di sana. Tinggal menyesuaikan tipe atau filosofi sepak bola Spanyol dan tentunya setelah aklimatisasi-nya terlewati”.

Kepada kedelapan anak tersebut, Fanny Riawan meminta agar mereka semua bisa tetap memperlihatkan performa terbaik dan terus berada di Spanyol hingga usia 20 tahun dengan harapan sudah bermain di Segunda Division. 

"Syarat seorang pemain tidak kehilangan kemampuannya dalam bermain sepak bola adalah 30 kali bertanding dalam satu tahun. Dalam usia 16 hingga 19 tahun, itu adalah masa keemasan seorang pemain sepak bola. Kondisinya di Indonesia sulit untuk bagi pemain berusia 16 hingga 19 tahun untuk mendapatkan 30 pertandingan dalam satu tahun," ujar Fanny Riawan.

Ke depan, Tim Vamos Indonesia diharap juga mampu mengangkat nama Indonesia di percaturan bola tingkat dunia. Dengan semakin banyaknya anak-anak Indonesia yang bermain di liga-liga Eropa, maka akan semakin menaikkan pamor Indonesia di mata dunia bola Internasional.

Daftar pemain Tim Vamos Indonesia:

1. Khairul Imam Zakiri (Posisi : Wing bek kiri)

2. Mohammad Afganiladin (Posisi : Gelandang serang/bertahan)

3. Irsyad Furqoni Ravaes (Posisi : Bek tengah)

4. Raflyandi Yusuf Adzani (Posisi : Bek kanan & Gelandang bertahan)

5. Aditya Affasha Riawan (Posisi : Bek tengah)

6. Muhammad Reza Kusuma (Posisi : Gelandang bertahan)

7. Nikola Filipovic Hutahayan (Posisi : Striker)

8. Romzie Naga Al Fikri (Posisi : Striker & Sayap kiri). ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Uncategories
wwwwww