Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
Sumatera Barat
14 jam yang lalu
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
2
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
19 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
3
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
Peristiwa
22 jam yang lalu
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
4
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
Padang
12 jam yang lalu
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
5
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
GoNews Group
4 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
6
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
Kesehatan
22 jam yang lalu
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Bukittinggi dan Padangpanjang Diguncang Gempa 4,0 SR, Warga Berhamburan ke Luar Rumah

Bukittinggi dan Padangpanjang Diguncang Gempa 4,0 SR, Warga Berhamburan ke Luar Rumah
ilustrasi
Selasa, 17 Juli 2018 08:31 WIB
BUKITTINGGI - Warga di Bukittinggi berhamburan keluar rumah karena dikagetkan guncangan gempa yang terjadi pukul 07.02 WIB, Selasa (17/7/2018) pagi. Selain di Bukittinggi, gempa juga terasa di Padangpanjang dan sekitarnya.

BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang melaporkan, gempa bumi dengan kekuatan M=4.0 SR tersebut berpusat di darat pada koordinat 0,23 Lintang Selatan dan 100.37 Bujur Timur, sekitar 8 kilometer utara BUkittinggi, pada kedalaman hiposenter 7 kilometer.

Plt Kasgeof Padangpanjang, Fajar Dwi Prasetyo memaparkan, berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Bukittinggi IV MMI, Padangpanjang III MMI atau II Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG)

“Jika kita memperhatikan letak sumber gempabumi tersebut dengan kedalaman hipotetis yang dangkal ini mencirikan sebagai aktifitas sesar Sumatera, khususnya segmen Sianok. Segmen Sianok memanjang dari sisi timur Danau Singkarak melewati sisi barat daya Gunung Marapi hingga Ngarai Sianok, panjang segmen ini sekitar 90 km,” ujarnya seperti dilansir dari kabarsumbar.com.

Fajar Dwi Prasetyo menjelaskan, gempa terbesar pada segmen Sianok ini pernah tercatat pada tanggal 4 agustus 1926 sebesar 6,8 SR, dengan pusat hancuran antara Bukittinggi dan Danau Singkarak.

Data terbaru mencatat bahwa 6 Maret 2007 terjadi dua kali gempabumi dengan magnitudo 6.4 SR dan 6.3 SR dan juga menimbulkan kerusakan di Batusangkar, Padang Panjang dan Solok.

Segmen Sianok mempunyai kecepatan pergeseran 23 mm/tahun dengan tipe pergeseran strike-slip (mendatar).

“Sehubungan dengan kejadian dua gempabumi disekitar Bukittinggi, masyarakat khususnya di sekitar Bukittinggi diimbau agar tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan bahwa gempabumi setiap saat dapat terjadi,” jelas Fajar. ***

Editor : Arie RF
Sumber : kabarsumbar.com
Kategori : Bukittinggi, Sumatera Barat, Peristiwa, GoNews Group, Padangpanjang

Loading...
www www