Tujuh Mobil di Parkiran Resmi Pemko Bukittinggi Ini Alami Tubrukan Beruntun, Pemilik Mobil Tuntut Ganti Rugi pada Dinas Perhubungan

Tujuh Mobil di Parkiran Resmi Pemko Bukittinggi Ini Alami Tubrukan Beruntun, Pemilik Mobil Tuntut Ganti Rugi pada Dinas Perhubungan
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi Elvis Syahri Munir saat diwawancarai awak media saat terjadinya tubrukan beruntun di parkiran jalan ahmad yani (Kampung Cina) Bukittinggi, Jumat 13 Juli 2018. (courtesy RY)
Jum'at, 13 Juli 2018 23:27 WIB
Penulis: jontra
BUKITTINGGI - Peristiwa tubrukan beruntun kejutkan warga yang melintasi jalan Ahmad Yani (Kampung Cina) Bukittinggi. Tujuh mobil minibus dan satu sepeda motor mengalami tubrukan beruntun saat sedang diparkir, Jumat 13 Juli 2017 sekira pukul 13.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, bagian depan dan belakang seluruh kendaraan tersebut mengalami kerusakan dan ringsek.

Mengetahui peristiwa itu, para pemilik mobil menggelar aksi protes dan menuntut ganti rugi kepada Dinas Perhubungan setempat. Pasalnya, mereka parkir di lokasi parkir resmi yang telah ditetapkan oleh Pemko Bukittinggi. Para pemilik mobil menuding kejadian tubrukan disebabkan kelalaian para juru parkir yang melarang penggunaan rem tangan saat kendaraan mulai diparkir di kawasan tersebut.

Dari informasi yang dirangkum gosumbar, peristiwa itu bermula saat salah satu bantalan pengganjal ban mobil CRV dengan nomor polisi BH 455 KA yang diparkir paling depan terlepas dari pengganjalnya.

Karena tidak dipasangi rem tangan sesuai permintaan juru parkir (jukir), tak ayal mobil tersebut surut ke belakang dan menghantam mobil yang ada di sekitarnya.

"Kami tidak khawatir dengan kendaraan yang kami tinggalkan di parkiran, karena kami sudah parkir di tempat yang resmi. Dan juga dikelola oleh jukir berseragam resmi. Sebelum meninggalkan kendaraan, kami juga dilarang jukir di sana untuk mengaktifkan rem tangan dengan alasan untuk memudahkan penataan. Namun akibat kelalaian mereka, ini yang kami alami. Tantu saja kami menuntut ganti rugi kepada pihak terkait," sebut Anis (39) warga Maninjau, Agam yang mengaku sebagai salah satu korban pemilik mobil Avanza dengan nomor polisi BA 1938 TB, pada awak media.

Pernyataan serupa juga dikatakan Hendra (42) warga asal Kota Medan, Sumatera Utara yang juga menjadi korban. Menurutnya, Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi sebagai pihak yang bertanggungjawab tidak menunjukkan iktikad baik. Tuntutan ganti rugi yang dialamatkan para korban, tidak ditanggapi dengan serius, sebutnya.

"Tentu saja, kami tuntut ganti rugi, namun tidak cepat ditanggapi oleh pihak Dishub bukittinggi. Katanya tidak ada anggaran dana untuk ganti rugi. Kerugian kami harus didata dulu. Lalu untuk apa ada anggaran tidak terduga dalam pos APBD," katanya.

Karena dirinya sebagai pengunjung yang berasal dari luar kota Bukittinggi, Hendra menyesalkan pihak Dishub Bukittinggi yang enggan memberikan kepastian.

"Seperti tidak ada kepastian. Sementara kami berasal dari luar kota. Kami harus segera kembali karena Senin depan anak-anak sudah mulai sekolah kembali. Jika kondisi mobil rusak begini, tentu bahaya bagi kami dalam melanjutkan perjalanan," tukasnya.

Salah seorang juru parkir yang bertugas di lokasi kejadian, Efitra (58) mengatakan rekan-rekannya sudah merapikan mobil yang diparkir dan meninggalkan lokasi untuk menunaikan Shalat Jumat ke Masjid saat peristiwa itu terjadi, tuturnya.

"Kondisi mobil sudah dalam keadaan rapi. Setelah Shalat Jumat, didapati mobil sudah berantakan dan rusak. Kejadian ini terjadi karena rem tangan memang tidak terpasang sebagaimana biasanya selama ini," ungkapnya.

Karena situasi semakin runyam saat para pemilik mobil protes dan marah - marah, jajaran Satlantas Polres Bukittinggi langsung mengamankan salah satu koordinator juru parkir di lokasi kejadian. Polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi dan berencana memanggil pejabat Dishub Kota Bukittinggi.

Terkait hal itu, Kasat Lantas Polres Bukittinggi, AKP Sukur Hendri Saputra menyebut pihaknya mendapat laporan tubrukan beruntun itu dari masyarakat pada pukul 13.00 WIB.

"Mengingat kondisi jalan di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) berupa penurunan, kami sudah memberikan arahan kepada pihak Dishub Kota Bukittinggi supaya tidak mengadakan parkir dua lapis di kawasan itu. Disamping dapat menjadi penyebab terjadinya kemacetan, tentu juga bisa berdampak buruk apabila bantalan pengganjal ban salah satu kendaraan terlepas," ungkap Sukur.

"Kami akan memanggil pihak Dishub Kota Bukittinggi atas kejadian ini. Karena kejadian ini sudah kami peringatkan dari dulu," ulasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Bukittinggi, Elvis Syahri Munir, menyebut pihaknya masih menunggu hasil pendataan kerugian yang dialami para pemilik mobil. Nantinya hasil pendataan akan dilaporkan ke Walikota melalui Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Yuen Karnova, ujarnya.

"Kami sudah bertemu dengan enam orang pemilik mobil. Kami tentunya akan melaporkan kepada Walikota bagaimana selanjutnya. Kami sudah memanggil orang bengkel untuk menghitung total kerugian material yang dialami oleh para pemilik mobil," ungkapnya.

Selanjutnya Elvis juga mengklaim pihaknya sudah pernah melarang para juru parkir untuk tidak membuat parkiran dua lapis di kawasan itu.

"Saat ini juru parkir kami sedang diperiksa di pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Kami juga akan memberikan sanksi kepada juru parkir yang menyalahi aturan," jelasnya.

Ditanyakan perihal ganti rugi yang dituntut oleh para korban, Elvis mengaku pihaknya tidak memiliki anggaran khusus untuk hal itu.

"Yang jelas kasus ini kan diluar dugaan kami. Dana ganti rugi memang tidak dianggarkan. Karena itu, kami bicarakan dulu dengan pimpinan bagaimana solisi terbaiknya. Untuk saat ini kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pemilik mobil," tukasnya. (**)


GoSumbar.com Ini Yang Dilakukan Prajurit TNI dari Kodim 03/04 Agam pada Momentum Pergantian Tahun
GoSumbar.com Dilecehkan Saat Bertugas, Wartawan Minangkabaunews Laporkan Oknum Wali Nagari Baringin Tanah Datar Ini ke Polisi
GoSumbar.com Innalilahi, Bermaksud Hendak ke Bogor Penumpang dari Penyabungan Sumut Ini Meninggal dalam Mobil di Daerah Bukittinggi
GoSumbar.com Usai Jalani TC, Tim Sepakbola dan Futsal Askot PSSI Kota Bukittinggi Ini Rilexs di Ngarai Sianok
GoSumbar.com Diduga Korsleting Listrik, 4 Rumah Kontrakan di Surau Gadang Bukittinggi Ini Ludes Dilalap Kobaran Api
GoSumbar.com Kaderkan Generasi Cerdas Islami, Rumah Tahfidz Sohibul Quran Kembali Gelar Wisuda Akbar ke III
GoSumbar.com Diduga Idap Epilepsi, Jasad Seorang Bocah Ditemukan di Aliran Batang Agam Gulai Bancah Bukittinggi
GoSumbar.com Telah Hadir BRIncubator, Strategi Baru Bank BRI Tumbuh Kembangkan UMKM di Daerah
GoSumbar.com Lagi, Dua Orang Tersangka Pengguna Narkoba di Bukittinggi Ini Diamankan Polisi
GoSumbar.com Polisi Periksa Tiga Orang Saksi Terkait Penemuan Mayat di Cubadak Pasaman
GoSumbar.com Jelang Dini Hari, Warga Belakang Balok Bukittinggi Kembali Dikejutkan dengan Terjadinya Peristiwa Kebakaran
GoSumbar.com Warga Cubadak Pasaman Digegerkan Penemuan Sesosok Mayat Pria di Pinggir Jalan
GoSumbar.com Buruan Daftar, Akhir September Ini Kodim 03/04 Agam Gelar Tour de Maninjau 2018
GoSumbar.com Ditinggal Makan Sebentar, Kaca Mobil Nasabah BRI Bukittinggi Ini Pecah, Uang Tunai Rp45 Juta Raib Digondol Maling
GoSumbar.com Bhinneka Life Gelar Literasi Perencanaan Keuangan Guru SLTA di Bukittinggi
GoSumbar.com Hari Ini, Mabes Polri Umumkan Penangkapan 4 Tersangka Penyebar Hoax Melalui Sosmed di Bukittinggi
GoSumbar.com Dilanda Cuaca Ekstrem, Jalan Alternatif di Malalak Agam Ini Longsor, Beberapa Pohon juga Tumbang
GoSumbar.com Gunakan Shabu, Seorang Oknum Polisi dan Dua Temannya Diamankan oleh Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Bukittinggi
wwwwww