2 Nelayan Mentawai yang Dihantam Gelombang Sempat Terapung-apung di Laut Pakai Jerigen

2 Nelayan Mentawai yang Dihantam Gelombang Sempat Terapung-apung di Laut Pakai Jerigen
Tim SAR melakukan evakuasi dua nelayan yang mengalami kecelakaan karena dihantam gelombang tinggi.
Rabu, 11 Juli 2018 11:36 WIB
MENTAWAI - Dua nelayan Mentawai sempat terapung-apung di laut menggunakan jerigen selama berjam-jam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan tim SAR gabungan, Senin malam (9/7/2018).

Kedua nelayan itu Sujadmin (42) dan Depi (38), warga Desa Tuapejat, Perahu mereka terbalik dan karam karena dihantam gelombang tinggi di perairan laut Tuapejat, Sipora Utara Mentawai.

Tim SAR yang mendapat informasi kejadian ini langsung bergerak cepat untuk melakukan pencarian dan akhirnya kedua nelayan berhasil diselamatkan.

"Benar, kita dapat informasi bahwa telah terjadi peristiwa kecelakaan laut, ada dua  orang nelayan sedang memancing di sekitaran Pulau Siburu, menggunakan perahu dayung, dan perahu mereka terbalik  dihantam gelombang, " kata Hendri, Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai, di Tuapejat, Selasa (10/7/2018) kepada GoSumbar.com.

Hendri mengatakan, dua orang nelayan yang nyaris menjadi korban ganasnya hempasan gelombang laut Mentawai itu berhasil diselamatkan meskipun sempat terapung-apung di laut selama berjam-jam hanya dengan berpegangan pada jerigen kosong.

"Ya, mereka hanya berpegangan pada jerigen kosong dan terdampar di Pulau Siburu, masih di kawasan Desa Tuapejat," ujar Hendri.

Kata Hendri, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polres, Polairud, Kodim 0319, BPBD, Tagana, Dinkes dan PMI serta warga masyarakat  menindaklanjuti dengan mengevakuasi korban dan langsung diantar ke rumah masing-masing, karena mereka menolak untuk dievakuasi ke RSUD.

Hendri mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan yang akan memancing, untuk memfasilitsi diri dengan alat komunikasi dan alat keselamatan. 

"Dengan kondisi cuaca yang terjadi di Mentawai, marilah kita bekerjasama, masyarakat yang beraktifitas di laut agar waspada. Kalau bisa masyarakat tersebut jangan lupa membawa alat komunikasi dan alat keselamatan guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan. Dengan begitu, masyarakat lebih terjamin keselamatannya," pungkasnya. (ss)

wwwwww