Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Imbangi Konten Radikal, Pemkab Mentawai Bentuk Tim Cyber Anti Narkoba dan Radikalisme

Imbangi Konten Radikal, Pemkab Mentawai Bentuk Tim Cyber Anti Narkoba dan Radikalisme
D. Lubis Asisten II bidang Ekobang Pemkab Mentawai didampingi Joni Anwar, Kadis Kominfo Mentawai memimpin rapat pembentukan Tim cyber Anti Narkoba, Pornografi dan Radikalisme di Tuapejat
Rabu, 23 Mei 2018 23:28 WIB
MENTAWAI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) setempat berencana membentuk Tim Cyber Anti Narkoba, Pornografi dan Radikalisme.

"Hari ini masih kita bahas bersama pihak-pihak terkait untuk pembentukan tim Cyber itu, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada SK dari bupati," Ujar Joni Anwar, Kadis Kominfo Mentawai sesaat sebelum mengikuti rapat pembahasan tim cyber di Tuapejat, Rabu (23/5/2018).

Pembentukan tim cyber, kata Joni Anwar merupakan perintah bupati, mengingat saat ini di media sosial terutama pada akun facebook yang dimiliki para PNS Pemkab Mentawai semakin marak memuat konten yang bersifat ujaran kebencian, SARA dan dikuatirkan dapat memicu radikalisme yang menjurus perpecahan antar kalangan umat beragama, "Ya pembentukan tim cyber ini memang hanya untuk mengawasi atau memantau aktifitas media sosial yang dilakukan oleh para ASN dan pegawai honor di lingkungan Pemkab Mentawai," kata Joni Anwar.

Menurut Joni Anwar, Tim Cyber Anti Narkoba, Pornografi dan Radikalisme bentukan Pemkab Mentawai akan memberikan laporan kepada bupati bila ada temuan konten yang bersifat ujaran kebencian, SARA, intoleransi atau radikalisme yang dilakukan oleh ASN maupun pada tenaga kontrak. ''Kita bukan tim esekutor, tapi kita hanya memberikan laporan kepada bupati, apabila menemukan konten-konten yang berbau ujaran kebencian, sara dan radikalisme. Nanti bupati yang akan melakukan tindakan selanjutnya," kata Joni Anwar.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mentawai D.Lubis menyambut baik akan dibentuknya tim cyber itu. Menurutnya pembentukan tim cyber mestinya sudah dilakukan sejak dulu. Sebab, menurutnya saat ini sudah ratusan konten internet yang bermuatan ujaran kebencian, berita bohong dan sejenisnya yang berpotensi memecah umat, dan memicu tindakan radikalisme hanya karena muatan konten yang menyimpang di media sosial, "di daerah saya di dusun bulasat, itu ada anak sekolah yang berani membongkar puskesmas, dia mencuri dan belajarnya dari medsos, itu di dusun, apalagi di kota," kata D.Lubis

Meski terlambat, kata Lubis pembentukan tim cyber ini penting dalam ikut berpartisipasi setidaknya ikut mencegah dan memberi pemahaman yang benar kepada pengguna medsos di kalangan ASN dan pegawai honor di lingkungan Pemkab. Mentawai, sehingga dapat menghindar dari konten - konten yang berdampak negatif.

Lubis mengharapkan tim cyber nantinya dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara baik dan tidak bertumpang tindih dengan aturan-aturan hukum yang sudah ada, " tugas kita adalah melakukan pembinaan kepada para ASN, kalau masalah tindakan hukum tentu kita serahkan kepada penegak hukum, makanya tim cyber ini janganlah sampai tumpang tindih dengan aturan hukum yang sudah ada," ujarnya

Selain Diskominfo, Tim Cyber Anti Narkoba, Pornografi dan Radikalisme bentukan Pemkab.Mentawai melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Mentawai, diantaranya Kantor Kesbangpolimas, Satpol PP, Bagian Hukum, Bagian Organisasi dan Bagian Pembangunan Setda Kab.Mentawai, Inspektorat, BPK-SDM, dan Bagian RR-BPBD. (ss)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Pemerintahan

wwwwww