Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
Hukum
4 jam yang lalu
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
2
Nge-Vlog Kebangsaan Bareng Artis, Giliran Ayu Ting-ting yang Digandeng Ketua MPR
Politik
16 jam yang lalu
Nge-Vlog Kebangsaan Bareng Artis, Giliran Ayu Ting-ting yang Digandeng Ketua MPR
3
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
GoNews Group
18 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
4
Supardi Fokus Latihan Pemulihan Fisik
GoNews Group
18 jam yang lalu
Supardi Fokus Latihan Pemulihan Fisik
5
Kondisi Pemain Persebaya Terus Dipantau
GoNews Group
17 jam yang lalu
Kondisi Pemain Persebaya Terus Dipantau
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Tradisi Berburu 'Pabukoan' Hiasi Sore di Tuapejat Mentawai

Tradisi Berburu Pabukoan Hiasi Sore di Tuapejat Mentawai
Ilustrasi
Minggu, 20 Mei 2018 04:42 WIB
MENTAWAI - Tradisi memburu ''pabukoan'' jelang berbuka puasa, sepertinya sudah merata di Sumatera Barat, tak terkecuali di Tuapejat, ibukota kabupaten Kepulauan Mentawai. Di kabupaten terluar Ranah Minang ini, para penjual takjil sudah berjejer di kiri kanan jalan seak sore hingga jadwal berbuka.

Di Tuapejat, para penjual  Takjil ini bisa dijumpai dengan mudah. Hampir disepanjang samping kanan dan kiri jalan  Tuapejat dari KM 0 sampai KM 9  yang dijadikan lokasi untuk menjajakan menu buka puasa. 

Sebut saja uni Novi (34) warga asal Pariaman yang sudah lebih sepuluh tahun menetap di Mentawai. Dia bisa meraup pendapatan sampai Rp 1 juta per hari dengan menjajakan berbagai menu pabukoan.

" Ya, Alhamdulillah lumayanlah, Insya Allah selalu habis ya, kemarin belum nyampai jam 5 udah habis, " ujar Uni Novi sambil melayani pembeli dengan ramah di kedai pabukoan yang dibuka tepat didepan rumahnya di KM. 4 Tuapejat, Sabtu, (19/5/2018).

Berbagai menu khas Takjil ramadhan dari makanan berat seperti rendang, dendeng, tunjang, ikan bakar, ayam bakar hingga makanan ringan khas Ramadhan seperti kolak pisang, kolak ubi, lemang tapai hingga minuman segar seperti es teler, es cendol hingga es rumput laut tersedia lengkap di kedai uni Novi.

"Ini selain masakan saya, juga ada beberapa makanan dari titipan, ya modalnya sekitar Rp 500 ribuan lah, tapi kalau habis semua ya bisalah dapat kotornya  Rp1 jutaan,"  ujar Uni Novi

Uni Novi menuturkan ia  sudah menggeluti usaha pabukoan tersebut sejak lima tahun belakangan, bahkan diluar bulan Ramadhanpun dia buka  usaha dengan berdagang kuliner, " sudah lama, saya kan memang tiap hari dagang makanan, jadi udah biasalah ya,"  tuturnya.

Sebelum ke Mentawai,  Uni Novi juga sudah  berjualan membantu orang tuanya di Pariaman. Namun setelah menikah dan ikut suaminya  yang bekerja di Tuapeijat, ia pindah dan juga membuka kedai gorengan dan makanan ringan  di depan rumahnya, sedangkan  di bulan Ramadhan dia  mengganti kedai gorengannya dengan lapak pabukoan dan mulai buka untuk melayani pelanggannya mulai pukul 15.00 wib sampai jelang saat berbuka.

Eva (25) seorang pelanggan uni Novi  menyebutkan makanan yang dijual uni Novi selain enak juga terjaga kebersihannya, "kalau uni Novi ini dikenal pembersih ya, makanan yang dibuat juga enak enak, ya semua enak deh,"   ujarnya. (ss)

Editor : Hermanto Ansam
Kategori : Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Umum

Loading...
www www