Tadarus Baca Alquran di Malam Ramadan Pahalanya Seperti Salat Sepanjang Malam

Tadarus Baca Alquran di Malam Ramadan Pahalanya Seperti Salat Sepanjang Malam
Ilustrasi. (net)
Kamis, 17 Mei 2018 22:27 WIB

BULAN Suci Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan. Beramal kebaikan pada bulan ini akan dilipangandakan pahalanya dan diampuni dosa-dosanya.

Abu Hurairah RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang memeriahkan bulan Ramadan dengan ibadah/qiyamu ramadan; (dan dilakukan) dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni segala dosanya yang telah lalu". (Shahih Bukhari, h.1870).

Di antara amalan yang paling banyak dilakukan oleh umat muslim saat Ramadan adalah Salat Tarawih dan tadarus Alquran. Hukum Tarawih sendiri adalah sunah, lalu bagaimana dengan tadarus Alquran?

Di beberapa masjid, tadarus Alquran bahkan sampai menggunakan pengeras suara, sehingga Ramadan terasa semakin semarak.

Seperti dikutip dari NU Online, melaksanakan tadarus Alquran di bulan Ramadan satu di antaranya dianjurkan oleh Al-Shan’ani dalam kitabnya Subulus Salam menjelaskan: qiyam ramadhan (dalam hadist diatas) adalah mengisi dan memeriahkan malam Ramadlan dengan melakukan salat dan membaca Al-Qur'an. (Subulus Salam Juz II, h. 173)

Membaca Al-Quran pada malam hari di bulan Ramadhan sangat dianjurkan oleh agama. Lalu bagaimana jika membaca Alquran dilakukan secara bersama-sama, yang satu membaca dan yang lain menyimak?

Syaikh Nawawi Al-Bantani menjawab, termasuk membaca Al-Quran adalah mudarasah, yang sering disebut dengan idarah.

"Yakni seseorang membaca pada orang lain. Kemudian orang lain itu membaca pada dirinya. Yang seperti itu tetap sunah.” (Nihayah al-Zain, 194-195)

Dari penjelasan tersebut disimpulkan bahwa tadarus Alquran yang dilakukan di masjid-masjid pada bulan Ramadan tidak bertentangan dengan agama dan merupakan perbuatan yang baik, karena sesuai dengan tuntunan Rasul.

Namun bila menggunakan pengeras suara, dianjurkan untuk memastikan bahwa itu tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Selain itu, keutamaan tadarus Alquran juga akan dijauhkan dari godaan setan, karena lebih banyak mengingat Allah SWT.

Waktu kita juga akan lebih produktif karena tidak terbuang sia-sia. 

Sedangkan keutamaan membaca Al-Quran sangat banyak dijelaskan, salah satunya adalah Sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam, "Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan 'alif lam mim' satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf" ( HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Begitu juga Sabda beliau, "Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam" ( HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468) 

Khatam Alquran

Kebiasaan Rasullullah setiap bulan Ramadan adalah mengkatamkan Alquran.

Diriwayatkan, Rasulullah bisa menamatkan tadarus Alquran sebanyak 60 kali selama Ramadan. Untuk menamatkan Alquran di bulan Ramadan harus dilandasi dengan niat yang kuat. Harus ada upaya kuat agar target khatam Al Quran tercapai. Tentang target berapa kali khatamnya, tentu tak bisa dipukul rata, disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Berikut beberapa kiat yang semoga bermanfaat agar target tadarus kita dapat tercapai selama Ramadhan.

1. Buatlah target

Menjelang Ramadhan, tentukan target akan berapa kali khatam; 1, 2, 3, 4 kali putaran atau lebih.

Sesuaikan target dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Yang jelas, upayakan lebih dari 1 kali khatam lah, karena1 kali khatam per bulan sesungguhnya merupakan kewajiban kita dalam berinteraksi dengan Alquran di hari-hari biasa selain bulan Ramadhan.

Ada baiknya kita membaca mulai dari juz 1 pada hari ke-1 Ramadhan, tidak meneruskan batas tilawah harian yang biasanya.

Ini agar mudah menghitung pencapaian tadarus kita. Nanti usai Ramadhan, bisa kembali lagi ke batas tilawah yang semula.

Bagi target bulanan dalam target tilawah harian. Untuk target dua kali khatam (60 juz) misalnya, berarti satu hari harus tadarus 2 juz.

Maka hari pertama harus membaca sampai juz 2, hari ke-2 tadarus sampai juz 4, dan seterusnya.

Bagi muslimah, jangan lupa perkirakan hari-hari yang hilang karena haid. Jika biasa 7 hari haid, berarti waktu berpacu untuk tadarus tinggal 20-21 hari.

Ini dibagi untuk 60 juz (misalnya 2 kali khatam), berarti 1 hari harus tadarus sekurang-kurangnya 3 juz.

2. bagilah waktu saat membaca Alquran

Kenali diri dengan baik. Target harian tersebut dapat dibagi-bagi lagi dalam beberapa waktu yang memungkinkan, dapat juga diselesaikan dalam 1 waktu.

Ada yang tadarus setiap selesai sholat wajib (berarti dibagi 5 kali), ada yang hanya usai sholat subuh dan sholat tarawih (dibagi 2 kali).

Ada juga orang yang mampu membaca 3 kali juz dalam sekali duduk. Tiap orang punya keluangan waktu dan kebiasaan yang berbeda-beda.

3. 1 Jam bisa 1 juz

Manfaatkan setiap waktu dengan efisien.

Kurangi banyak mengobrol atau hal-hal laghwi lainnya, dan alihkan ke untuk tadarus.

Jika kita sudah terbiasa membaca dengan tartil, waktu untuk tadarus 1 juz sebenarnya cuma 30-45 menit.

Artinya, tadarus dengan target 3 juz per hari (3 kali khatam) hanya butuh waktu 1,5 hingga 2 jam dari 24 jam waktu yang kita miliki setiap hari.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:nuonline
Kategori:Peristiwa, Umum, GoNews Group
wwwwww