Dua Jam Sebelum Tewas Ditabrak Teroris, Ipda Auzar Kirim Pesan ke Wakapolri Lewat WA, Ini yang Disampaikannya

Dua Jam Sebelum Tewas Ditabrak Teroris, Ipda Auzar Kirim Pesan ke Wakapolri Lewat WA, Ini yang Disampaikannya
Wakapolri Komjen Syafruddin (kiri) dan Ipda Auzar. (merdeka.com)
Rabu, 16 Mei 2018 17:01 WIB
PEKANBARU - Inspektur Dua Auzar tewas setelah ditabrak teroris menggunakan mobil Avanza di Markas Polda (Mapolda) Riau, Rabu (16/5/2018) pagi.

Dikutip dari merdeka.com, personel Direktorat Lalu Lintas Polda Riau ini ternyata sangat akrab dengan Komjen Syafrudin. Sebab, Auzar sangat lama mendampingi Syafrudin yang kini menjabat sebagai Wakapolri itu. Hubungan keduanya bukan lagi seperti atasan dan bawahan, melainkan sudah seperti keluarga.

''25 Tahun persaudaraan saya dengan almarhum Auzar. Mulai dari sopir, urus anak-anak, dari kecil sampai dewasa sampai berumah tangga. Dan sampai sekarang almarhum bolak balik Jakarta - Pekanbaru urus ibu dan anak-anak saya,'' ungkap Syafrudin dalam keterangannya, Rabu (16/5).

Pagi tadi menjadi yang terakhir bagi jenderal bintang tiga itu berkomunikasi dengan Auzar. Sekitar pukul 07.15 WIB, Auzar sempat mengirim pesan permohonan maaf menjelang bulan Ramadan via WhatsApp (WA).

Auzar dikenal sebagai sosok religius. Bahkan sebelum meninggal ditabrak mobil yang dikendarai pelaku teroris, korban diketahui baru saja melaksanakan salat Duha.

''Kita semua merasa kehilangan sosok beliau. Bukan hanya polisi tapi juga ulama dan ustaz di sini,'' kata Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Rudi Syarifudin.

Rudi mengatakan bahwa almarhum Ipda Auzar yang wafat pada usia 55 tahun memulai karir di Lantas Polda Riau sejak dari Bintara, hingga kini menyandang pangkat Ipda.

Selama menjadi anggota Polri, Auzar yang bergelar haji itu aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Dia diketahui kerap memberikan tausiah hingga disebut sebagai salah satu ustaz yang disegani di internal polisi maupun masyarakat setempat.

Sebagai atasan almarhum, Kombes Rudi juga menyebut almarhum memiliki sebuah pesantren dan yayasan anak yatim piatu yang mendidik lebih dari 500 anak kurang beruntung.

''Sebelum kejadian, beliau juga sempat memberikan pengarahan jadwal tausiah dan kegiatan Ramadan di lingkungan masjid Polda Riau,'' ujarnya.

Selanjutnya, korban turun ke bawah untuk kembali ke ruangan kerja dan seketika ditabrak mobil yang dikendarai teroris. ''Kami sangat berduka. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,'' ujar Rudi.***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Peristiwa
wwwwww