Home > Berita > Umum

Peduli dengan Dunia Pendidikan, Bos Ayam Penyet Pak Ulis Ini Akan Bangun SDIT hingga Universitas di Lhokseumawe

Peduli dengan Dunia Pendidikan, Bos Ayam Penyet Pak Ulis Ini Akan Bangun SDIT hingga Universitas di Lhokseumawe
Sabtu, 12 Mei 2018 21:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LHOKSEUMAWE - Bos 'Ayam Penyet Pak Ulis', Mukhlis Azhar yang sering disapa Pak Ulis, memang sudah dikenal sebagai tokoh yang peduli dengan dunia pendidikan khususnya di Kota Lhokseumawe, Aceh.

Ia pun telah mendirikan sarana pendidikan di bawah naungan Yayasan Al-Khalishul Mukhlishin.

Pada saat acara wisuda angkatan pertama TKIT AL Mukhlisin pada Sabtu (12/5/2018), Mukhlis Azhar yang juga Anggota DPRK Aceh dari Partai Hanura itu berjanji, akan membangun sarana pendidikan bukan hanya TKIT dan SDIT, tapi juga SMP, SMA hingga tingkat Universitas di Lhoksuemawe.

" "Sebagai bentuk komitmen kami, tidak hanya TPQ, TKIT, dan SDIT saja, tapi kita juga akan bangun sarana pendidikan lain seperti SMP, SMA, bahkan Universitas," ujar pria yang hobi olahraga sepakbola ini.

Pengusaha yang pernah mengenyam pendidikan di Pekanbaru, Riau itu mengatakan, Yayasan Al-Khalishul Mukhlishin juga berencana mengembangkan sayapnya di daerah lain.

"Saya selesaikan dulu di Kota Lhokseumawe, kalau nanti diizinkan oleh Allah dan diberikan rezeki lebih, kita buka di daerah lain," tandasnya.

Pendidikan, kemampuan dan pengetahuan kata Pak Ulis, merupakan salah satu modal untuk hidup di zaman yang serba sulit ini.

"Mengapa dikatakan demikian? Kita tentu sudah bisa menjawabnya, apa hal pertama yang dilihat bila kita ingin mengajukan surat lamaran perkerjaan? Apa yang kita butuhkan ketika ingin memulai suatu bisnis atau usaha? Tentu saja pendidikan, kemampuan, wawasan dan pengetahuanlah yang kita butuhkan," bebernya.

Di dalam bangku pendidikan kata dia, banyak sekali ilmu yang didapatkan. Tetapi ia juga heran, masih banyak warga di Indonesia ini yang tidak mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya, khususnya di daerah-daerah terpencil.

"Sepertinya kesadaran mereka tetang pentingnya pendidikan perlu ditingkatkan. Dan yang ke dua memang kita melihat sarananya itu yang tidak memadai," sambungnya.

"Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia. Saya mengambil kesimpulan, Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan," urainya.

Karena kata dia, bangsa ini akan maju atau mundur tergantung pada faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan kata dia, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur. "Dengan pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill. Dan perlu diingat, pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan," pungkasnya.***


wwwwww