Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
Agam
21 jam yang lalu
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
2
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
GoNews Group
20 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
3
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
12 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
4
Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Internasional
12 jam yang lalu
Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah
5
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
GoNews Group
12 jam yang lalu
Penderita  Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
6
Prajurit TNI Bantu Evakuasi Korban Ledakan Dahsyat di Beirut
Internasional
17 jam yang lalu
Prajurit TNI Bantu Evakuasi Korban Ledakan Dahsyat di Beirut
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

KPK Periksa 4 Saksi Terkait Korupsi Pembangunan Kampus IPDN Sumbar

KPK Periksa 4 Saksi Terkait Korupsi Pembangunan Kampus IPDN Sumbar
Kamis, 19 April 2018 20:26 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi mengkonfirmasi saksi-saksi hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan terkait kasus korupsi pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung kampus IPDN Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Agam Tahun Anggaran 2011.

Untuk mengkonfirmasi hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis memeriksa empat dari total enam saksi yang dipanggil dalam penyidikan kasus tersebut. Mereka diperiksa untuk tersangka Dudy Jocom.

"Penyidik mendalami pengetahuan para saksi bahwa sesuai hasil audit BPK diduga sebagai pihak-pihak yang diuntungkan dalam proyek pembangunan kampus IPDN di Kabupaten Agam ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta.

Empat saksi yang diperiksa antara lain Direktur PT Proteksindo Utama Erwina Surya Setiawaty, pemilik PT Sinarindo Mega Perkasa Muhammad Ali Dupa, pemilik PT Mondilla Bersaudara Maridin Jamil dan Sugeng Hindarjo dari unsur swasta.

"Mereka adalah perusahaan subkon dari PT Hutama Karya terkait pekerjaan konstruksi, arsitektur dan lain sebagainya," ungkap Febri.

Selain memeriksa saksi, KPK pada Kamis juga dijadwalkan memeriksa Dudy Jocom sebagai tersangka terkait kasus tersebut. Namun Dudy tidak hadir dan pemeriksaan akan dijadwalkan kembali pada Jumat (20/4).

Tersangka Dudy baru ditahan KPK pada 22 Februari 2018 setelah ditetapkan tersangka bersama dengan Budi Rachmat Kurniawan pada 2 Maret 2016.

Dudy saat itu adalah pejabat pembuat komitmen di Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tahun 2011 dan Budi Rachmat Kurniawan menjabat sebagai General Manager Divisi Gedung PT Hutama Karya (Persero).

Keduanya diduga melakukan perbuatan melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain sehingga negara mengalami kerugian Rp34 miliar dari total nilai proyek Rp125 miliar.

Pada 2011 saat Gamawan Fauzi menjabat Menteri Dalam Negeri terdapat sejumlah proyek pembangunan kampus IPDN, yaitu di Agam (Sumatera Barat), di Kabupaten Minahasa (Sulawesi Utara) Kota Makassar (Sulawesi Selatan), Kabupaten Pontianak (Kalimantan Barat) dan beberapa tempat lain. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : antaranews.com
Kategori : Hukum, GoNews Group, Sumatera Barat, Agam

Loading...
www www