Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mangsa 305 Anak, Bule Predator Diciduk Polisi saat Bersama 2 ABG di Hotel
Hukum
13 jam yang lalu
Mangsa 305 Anak, Bule Predator Diciduk Polisi saat Bersama 2 ABG di Hotel
2
Payakumbuh Umumkan Satu Kasus Baru Positif Setelah Satu Bulan Nihil
Payakumbuh
18 jam yang lalu
Payakumbuh Umumkan Satu Kasus Baru Positif Setelah Satu Bulan Nihil
3
Gubernur Sumbar diminta Tunda Pengumuman Hasil PPDB 2020
Pendidikan
21 jam yang lalu
Gubernur Sumbar diminta Tunda Pengumuman Hasil PPDB 2020
4
Kemenangan Jokowi-Ma'ruf, Sesuai Keputusan MK dan Keputusan MA
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kemenangan Jokowi-Maruf, Sesuai Keputusan MK dan Keputusan MA
5
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
Politik
21 jam yang lalu
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
6
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
Lingkungan
14 jam yang lalu
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Nilai Pemerintahan Jokowi Rezim Anti Kritik, Aksi KAMMI Sumbar Dibubarkan, Sebagian Ditahan

Nilai Pemerintahan Jokowi Rezim Anti Kritik, Aksi KAMMI Sumbar Dibubarkan, Sebagian Ditahan
Ilustrasi
Jum'at, 09 Februari 2018 18:23 WIB
PADANG - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Sumatera Barat menggelar aksi atas kedatangan Presiden Jokowi di Sumatera Barat, Jumat (9/2/2018). Namun aksi ini hanya berlangsung 5 menit di depan PT Trakindo Padang karena langsung dibubar paksa oleh pihak Polresta Padang.

Abu Said selaku Sekjen KAMMI Wilayah melalui siaran persnya kepada media mengatakan bahwa pihak Polresta langsung memukul peserta aksi dan membawa ke mobil menuju kantor Polres.

"Baru sekitar 5 menit kami sampai di lokasi aksi, kami langsung dibubarkan bahkan kami belum sempat untuk menyampaikan aspirasi kami. Padahal aksi kami sesuai prosedur dan kami juga memasukkan surat pemberitahuan aksi,'' jelas Said yang juga Korlap aksi ini.

Said juga menambahkan bahwa tuntutan dalam aksi ini agar pemerintah dapat mengatasi masalah kompleks di negeri ini yaitu naiknya tarif listrik, pencabutan subsidi BBM, pupuk, gas, impor kebutuhan pokok seperti beras yang merugikan petani, serta kriminalisasi kepada ulama.

''Kami sangat kecewa dengan rezim anti kritik ini, hingga saat ini kami masih ditahan di Polresta Padang, padahal ini era demokrasi yang setiap orang bisa berpendapat. Stop pembungkaman mahasiswa!!!. Kami tidak akan diam,'' tegas Said. (rls)

Editor : Hermanto Ansam
Kategori : Padang, Sumatera Barat, GoNews Group, Peristiwa, Umum

Loading...
www www