Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
14 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
2
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
GoNews Group
21 jam yang lalu
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
3
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
17 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
4
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
GoNews Group
21 jam yang lalu
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
5
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
GoNews Group
16 jam yang lalu
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
6
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
GoNews Group
17 jam yang lalu
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

LSM Srikandi Desak Bupati Halsel Copot Kasatpol PP yang Cabuli Stafnya

LSM Srikandi Desak Bupati Halsel Copot Kasatpol PP yang Cabuli Stafnya
Korban saat melapor ke pihak berwajib. (GoNews.co/Irwan)
Jum'at, 09 Februari 2018 00:35 WIB
Penulis: Irwan Marsaoli
HALMAHERA SELATAN - Kasus pencabulan yang diduga dilakukan Kasatpol PP Kabupaten Halmahera Selatan bukan hannya mendapat perhatian dari Kepolisian.

Selain Kepolisian, kasus pelecehan yang diduga dilakukan Kasatpol PP Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, Noce Totononu terhadap salah satu stafnya juga mendapat perhatian dari LSM Srikandi Sibela.

LSM yang bergerak dibidang perlindungan anak dan perempuan tersebut terlibat langsung dengan melakukan pendampingan terhadap korban.

Kepada GoNews.co, Ketua LSM Srikandi Sibela, Rusna Ahmad mengatakan, korban saat ini masih mengalami trauma. Pihaknya pun berjanji akan mengawal kasus ini hingga ke Pengadilan.

"Kita akan kawal sampai tuntas. Dari keterangan korban nampak bahwa ada unsur pencabulan dan perbuatan tidak menyenangkan yang mengakibatkan korban mengalami kekerasan psikis," jelasnya.

Menurut Rusna, tindakan yang dilakukan pelaku sebagai seorang pejabat dan pamong, tentu tidak bisa ditolelir. Karena itu, selain sanksi hukum yang akan dikenakannya, yang bersangkutan juga harus mendapat sanksi disiplin selaku seorang PNS.

"Kita mendesak Bupati agar mencopot yang bersangkutan dari jabatan Kasatpol PP, sebab perbuatan pelaku tersebut telah mencoreng wibawa pemerintah daerah," imbuhnya.

Sebelumnya pelaku yang juga mantan Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Halsel itu sudah mengakui tindakan yang dilakukannya itu. Ia pun berkilah hanya sebatas bercanda.

"Saya mohon maaf dan siap melakukan apa saja asalkan korban SH dan keluarganya mau memaafkan, karena jujur saya juga kaget setelah mendengar masalah ini, sebab seingat saya itu hanya bercanda," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kejadian tindak asusila tersebut terjadi pada saat korban dan pelaku berpapasan di depan ruang Provos Kantor Satpol PP Halsel, Selasa (6/2/2018) kemarin sekitar pukul 16.17 WIT.

Tak terima diperlakuan tidak senonoh oleh atasannya itu, korban SH pun melapor ke pihak berwajib, pada Kamis (8/2/2018).

Kasus itupun saat ini masih dilidik pihak Kepolisian Resor Halmahera Selatan. Korban SH juga telah diperiksa termasuk beberapa saksi.

Kapolres Halsel AKBP Irfan Satya Prasaja Marpaung, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan atas kasus tersebut. "Saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan. Korban sudah diperiksa termasuk satu saksi," jelasnya.

Pihaknya juga menegaskan, kasus ini tetap diproses hingga tuntas. Lebih lanjut. Pelaku juga bakal dikenakan Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan

wwwwww