Calon Wakil Walikota Desri Ayunda Sebut Sosialisasi KPU Padang Belum Maksimal

Calon Wakil Walikota Desri Ayunda Sebut Sosialisasi KPU Padang Belum Maksimal
Calon Wakil Walikota Padang, Desri Ayunda (kaca mata) didampingi Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh Evi Yandri Rajo Budiman ketika berdiskusi dengan Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD Kota Padang
Jum'at, 02 Februari 2018 04:48 WIB
PADANG - Bakal calon wakil walikota, Desri Ayunda menyebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang belum maksimal melakukan sosialisasi pemilihan walikota (pilwako) Padang. Pernyataan Desri tersebut berangkat dari fakta yang ditemukannya selama turun menjemput aspirasi masyarakat.

"Faktanya masih banyak masyarakat yang belum tau kapan pelaksanaan pilwako Padang. Itu bukti bahwa KPU Kota Padang belum maksimal mensosialisasikannya," kata Desri Ayunda ketika berdiskusi dengan Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD Padang, Kamis (1/2/2018).

Sebagai salah satu tanggungjawab pasangan calon (paslon), lanjut Desri, dirinya bersama Emzalmi menjelaskan ke kapan pelaksanaan pilwako Padang. Melihat belum tersosialisasikannya pelaksanaan pilwako, Desri beranggapan bahwa KKPU Kota Padang mempunyai skala prioritas dalam melaksanakan program.

"Barangkali KPU Padang saat ini fokus pada verifikasi faktual partai peserta pemilu 2019," ungkap Desri.

Kendati demikian, mantan Sekretaris Perusahaan Semen Padang ini berkeyakinan KPU Padang mulai melaukan sosialisasi pilwako setelah adanya penetapan nomor urut pasangan calon. Desri juga mengajak masyarakat luas untuk membantu KPU Padang dalam sosialisasi pilwako.

Sisi lain, Ketua Tim Relawan paslon Emzalmi-Desri, Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan KPU Padang harus menerapkan konsep pilkada badunsanak. Sebagai "wasit" dalam pilkada ini, KPU Padang diharapkan bersikap netral dalam menyelenggarakannya.

"Konsep pilkada badunsanak yang dimaksud adalah KPU Padang harus menjaga netralitasnya," tegas Evi Yandri.

Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh ini, juga meminta KPU dalam penyebaran C6 atau kartu pemilih harus sesuai dengan jumlah pemilih di suatu tempat. Mneurut Evi, jika KPU tetap memperhatikan konsep pilkada badunsanak maka pilwako Padang berlangsung aman.(***)

Editor:Agib Noerman
Kategori:Padang, Politik

wwwwww