Banjir di Pangkalan Teratasi, Bupati Limapuluhkota Berterimakasih Pada TNI dan Polri

Banjir di Pangkalan Teratasi, Bupati Limapuluhkota Berterimakasih Pada TNI dan Polri
Sejumlah anggota Polisi tengah berjibaku mengatur lalu lintas yang tersendat akibat banjir di Kecamatan Pangkalan.
Senin, 01 Januari 2018 15:32 WIB
LIMAPULUHKOTA - Masalah banjir yang menyebabkan putusnya jalur Sumbar - Riau, Sabtu dan Minggu (30 - 31/12/2017) sudah teratasi. Dan saat ini jalur padat di wilayah barat itu sudah normal kembali.

''Penanganan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota sepanjang Sabtu dan Minggu (30-31/12)berlangsung dengan baik dan cepat. Begitu juga pelaksanaan Natal dan tahun baru 2018, berjalan aman dan kondusif,'' ujar Bupati Limapuluhkota, Irfendi Arbi. Ia menyebutkan, semua itu berkat keseriusan dan kerja keras banyak pihak terutama TNI dan Polri yang telah bekerja keras siang dan malam.

''Alhamdulillah, penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Kecamatan Pangkalan dan Kapur IX akhir tahun 2017 kemaren berjalan dengan baik dan cepat. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama pihak TNI dan Polri yang telah berjibaku serta bekerja keras siang dan malam,'' ungkap Bupati Irfendi Arbi kepada wartawan usai rapat evaluasi bencana alam  di daerah setempat, Senin ( 1/1/2018).

Dikatakan, pemulihan longsor yang sempat menutup jalan lintas Sumbar-Riau di ruas Kecamatan Pangkalan baru-baru ini dapat terlaksana dengan cepat, jelas tidak terlepas dari kesigapan berbagai pihak bersama TNI dan Polri. Selain itu juga karena solidnya koordinasi berbagai pihak terkait.

Dijelaskan, penanganan bencana menuntut koordinasi yang baik berbagai pihak. Koordinasi itu tidak saja di level pimpinan, namun juga di lapangan. Tujuannya agar penanggulangan bencana terlaksana dengan lebih efektif.

''Saya selalu meminta OPD terkait berkoordinasi secara solid dengan berbagai pihak, karena koordinasi itu merupakan salahsatu faktor yang akan membuat penanganan bencana berjalan dengan lebih efektif,'' ujar Irfendi.

Menyimak kondisi cuaca hingga kini masih ekstrem dan senantiasa diguyur hujan lebat, Irfendi mengajak masyarakat tetap waspada. Begitu pula dengan para petugas dari OPD terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial, diminta untuk tetap berada di lapangan dan melaksanakan kewaspadaan dini.

''Meski tinggi air sungai kembali normal, namun kita tetap harus waspada, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana. Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, saya intruksikan seluruh OPD terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial tetap berada di lapangan dan senantiasa berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri,'' tutur Irfendi.

Lebih lanjut Irfendi menjelaskan, kondisi terkini wilayah terkena bencana di Kecamatan Pangkalan sudah terbilang aman. Begitu pula lalu lintas Sumbar – Riau, telah lancar kembali.

Sebelumnya dalam peristiwa bencana banjir yang terjadi pada Sabtu (30/12/2017) lalu, sedikitnya 30 rumah di Jorong Pasar Kenagarian Mangggilang dan 137 rumah di Jorong Sopang Kenagarian Pangkalan Kecamatan Pangkalan terendam air.

''Selain rumah, banjir juga merusak sebuah jembatan gantung yang menjadi urat nadi pekonomian masyarakat di Jorong Sopang, serta merendam sebuah Masjid, kantor kepala Jorong Sopang, Poskesri dan taman kanak-kanak. Banjir disebabkan meluapnya sejumlah sungai yang melewati Kecamatan Pangkalan,'' papar Irfendi.

Sementara di Kecamatan Kapur IX, lanjut Irfendi, akibat hujan lebat berkepanjang di penghujung tahun lalu itu, kawasan Rambe sempat tergenang dan tidak bisa dilewati. Namun, kini air sudah menyusut.

''Meski air sudah menyusut, namun kita tetap harus waspada karena cuaca masih banyak hujan,'' ulang Irfendi. (rls)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Limapuluh Kota, Pemerintahan, Peristiwa

wwwwww