Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Sering Sosialisasi di Hotel Mewah, Pengamat Nilai KPU Padang Hamburkan Uang Rakyat

Sering Sosialisasi di Hotel Mewah, Pengamat Nilai KPU Padang Hamburkan Uang Rakyat
Ketua KPU Kota Padang, M Sawatti
Selasa, 12 Desember 2017 14:01 WIB
Penulis: Agib Noerman
PADANG - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol, Muhammad Taufik meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang untuk tidak menghambur-hamburkan anggaran yang ada. Pasalnya hampir seluruh masyarakat di Kota Padang sangat mengeluhkan tingkat kesejahteraannya yang menurun. Keluhan masyarakat ini terkait harga kebutuhan pokok yang naik, tetapi pendapatan sehari-hari terkesan stagnan.

“Masyarakat Kota Padang banyak yang mengutarakan keluh kesahnya seputar kehidupan yang dijalani, tapi disaat yang sama KPU Kota Padang justru terkesan menghambur-hamburkan dana yang tidak perlu,” kata Muhammad Taufik ketika dihubungi melalui selulernya, Selasa (12/12/2017).

Pernyataan pengajar jurusan Sosiologi di UIN Imam Bonjol ini menanggapi sosialisasi Pemilu serentak yang diselenggarakan KPU Kota Padang di berbagai hotel mewah. Catatan GoSumbar.com, KPU Kota Padang melaksanakan sosialisasi pemilu serentak di Hotel Basko dan Pangeran Beach Hotel yang dilengkapi dengan makan siang bersama. Tentunya, dengan sosialisasi di hotel mewah dan makan siang bersama, KPU Padang menghabiskan anggaran puluhan juta rupiah hingga ratusan juta untuk sekali kegiatan.

Menurut Taufik, meski sudah dianggarkan, sudah sepatutnya KPU Padang dapat secara cermat dan memprioritaskan program yang benar-benar urgent dalam menggunakan dana hibah penyelenggaraan pemilu serentak. Alasannya ini merupakan dana rakyat yang harus dipertanggungjawabkan.

“Jadi bukan semau-maunya. Misalnya sekarang mereka sosialisasi pemilu serentak dan pilwako Padang di hotel mewah. Kepentingannya apa. Saya malah tidak yakin pesannya sampai di masyarakat. Karenanya saya mohon KPU selektif menggunakan anggaran jangan sampai nanti di kemudian hari ada temuan yang justru jadi persoalan hukum,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, M Taufik mengajak semua elemen masyarakat termasuk aparat penegak hukum agar dapat mengawasi kinerja KPU Padang. Termasuk juga dalam hal penggunaan anggaran yang sangat melimpah.

“Sehingga tidak terjadi pemborosan anggaran yang tidak perlu. Seperti hari ini dengan melakukan sosialisasi pemilu serentak maupun pilkada Padang di hotel mewah. Manfaatnya tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan. Banyak tempat lain yang lebih murah yang bisa digunakan sehingga dapat menghemat anggaran, ini yang harus dikritisi,” ajaknya.

Sementara anggota DPRD Padang, Maidestal Hari Mahesa menyarankan KPU Padang melakukan sosialisasi pemilu ke tingkat kelurahan maupun kecamatan. Sebab, kata Esa, jika sosialisasi pemilu dilakukan di tengah masyarakat akan bermanfaat langsung bagi pemilih. "Kalau kegiatan sosialisasi pemilu terus dilakukan di hotel mewah, tentu ini adalah suatu pemborosan," papar anggota dewan tiga periode ini.

Terpisah, Ketua KPU Kota Padang, Muhammad Sawatti tidak membantah pihaknya melakukan sosialisasi di hotel mewah. Diuraikan Sawatti, kegiatan sosialisasi pemilu tidak hanya dilaksanakan di hotel mewah tapi juga di hotel-hotel lainnya secara bergilir. "Memang, KPU Kota Padang melakukan sosialisasi di hotel, namun sosialisasi pemilu tersebut untuk tingkat kota," ungkap Sawatti ketika dihubungi via seluler, Selasa (12/12/2017).

Sawatti menjelaskan, KPU Padang juga mengadakan kegiatan sosialisasi pemilu di tingkat kelurahan bahkan kecamatan. Sosialisasi di tingkat kelurahan dan kecamatan, KPU Padang berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan melibatkan tokoh masyarakat.

"Kegiatan sosialisasinya kami adakan di kantor kelurahan dan kecamatan. KPU mengundang masyarakat untuk memudahkan akses," terang Sawatti.(***)

wwwwww