Loading...    
           

Tak Lunasi PBBP2, Stikes Ranah Minang Dipasangi Plang Belum Melunasi Pajak

Tak Lunasi PBBP2, Stikes Ranah Minang Dipasangi Plang Belum Melunasi Pajak
Papan pemberitahuan belum melunasi PBBP2 terlihat di Stikes Ranah Minang.
Kamis, 30 November 2017 21:42 WIB
PADANG - Stikes Ranah Minang yang terletak di Jalan Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur terpaksa dilakukan pemasangan plang pemberitahuan belum melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2). Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bertindak tegas tersebut karena objek pajak belum melunasi PBBP2 selama bertahun-tahun.

Pantauan GoSumbar di lokasi, pihak Yayasan Stikes Ranah Minang sempat menolak dilakukannya pemasangan plang pemberitahuan belum melunasi PBBP2. King Churcil, Ketua Yayasan Stikes Ranah Minang bahkan menghalang-halangi petugas saat hendak memasang plang pemberitahuan.

"Jangan dipasangi dulu. Saya akan lunasi tunggakan pajak," kata King Churcil kepada Adib dan petugas.

Namun, sikap tegas ditunjukkan Bapenda. Pemasangan plang pemberitahuan belum melunasi pajak tetap dilakukan. Pemberlakuan kepada wajib pajak yang menunggak harus sama, tidak boleh ada perbedaan.

"Kita berusaha menghimbau wajib pajak agar memenuhi kewajibannya. Kita tidak ada membeda-bedakan wajib pajak,  semuanya sama," ujarnya

Pemasangan plang pemberitahuan belum melunasi PBBP2 di Stikes Ranah Minang berlangsung, Kamis (30/11/2017) sekitar pukul 13.30 WIB dipimpin langsung Kepala Bapenda, Adib Alfikri didampingi Budi Payan selaku Kepala Bidang Penagihan dan Pemeriksaan dan Maihendrizon, Kabid Pengendalian dan Pelaporan. Bapenda juga berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Padang dalam melaksanakan pemasangan plang pemberitahuan melunasi PBBP2 ini.

Bapenda melakukan pemasangan plang pada beberapa titik objek pajak. Sebelumnya,  pemasangan plang juga dilakukan di gedung Pusat Informasi dan Buku di depab Mapolda Sumbar,  dab jalan Sawahan (depan kantor DPRD kota Padang) dan di Jalan Wahidin.(***)

Editor:Agib Noerman
Kategori:Padang, GoNews Group, Ekonomi, Peristiwa

Loading...
wwwwww