Loading...
Home >  Berita >  Agam

Warga Ladang Laweh Agam Digemparkan dengan Penemuan Jasad Tinggal Tulang Belulang di Sebuah Pemakaman

Warga Ladang Laweh Agam Digemparkan dengan Penemuan  Jasad Tinggal Tulang Belulang di Sebuah Pemakaman
Warga Ladang Laweh, Banuhampu, Agam dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad yang sudah tinggal tulang belulang di sebuah pemakaman, Minggu 29 Oktober 2017. ( courtesy YPA).
Minggu, 29 Oktober 2017 23:52 WIB
Penulis: jontra
BUKITTINGGI - Warga jorong Ladang Laweh, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, digegerkan dengan penemuan jasad manusia yang sudah tinggal tulang belulang di sebuah pemakaman keluarga, Minggu 29 Oktober 2017 sekitar pukul 08.00 WIB.

Pasalnya, kondisi jasad manusia yang setengah utuh itu, terlihat tergeletak di atas salah satu kuburan, tentu saja hal itu tidak pernah diduga sebelumnya, sehingga menimbulkan kecemasan warga sekitar pemakaman.

Salah seorang warga sekitar Zul (45) menginformasikan pada gosumbar, bahwa ada penemuan mayat, yang awalnya ditemukan warga lainnya bernama Am, saat hendak membersihkan kuburan keluarga, yang juga berada di lokasi yang sama dimana mayat itu di temukan.

Zul juga mengatakan, setelah melihat jasad tersebut, Am langsung memberi tahu warga sekitar dan melaporkan kepada tokoh masyarakat, pemerintah nagari serta pihak kepolisian melalui Bhabinkantibmas Nagari Ladang Laweh, Miftahul Husni, sehingga masyarakat bersama pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melihat langsung jasad tersebut.

Kaur Identifikasi Satuan Reserse dan Kriminal  (Satreskrim) Polres Bukittinggi, Bripka Arlen Anderson mengatakan, mendapat informasi dari Bhabinkantibmas Tim Inafis atau Identifikasi bersama personil dari Polsek Banuhampu langsung menuju lokasi, dan dengan bantuan warga setempat, jasad itu langsung dievakuasi dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah.

“Saat ditemukan, kondisi jasad ini sudah setengah tulang belulang, diperkirakan jasad itu sudah satu minggu lebih meninggal, saat di cek sekitar tubuhnya sudah menghitam, tidak lagi berbau seperti temuan mayat biasanya, hal itu dikarenakan perubahan suhu, iklim, serta lokasi sekitar yang lembab, ditambah lagi iklim yang berubah seperti musim panas, setelah di identifikasi, jasad itu langsung dibawa ke bagian Instalasi Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) Bukittinggi,” jelasnya.

Disebutkan juga oleh Arlen Anderson, berdasarkan pemeriksaan di lokasi, kuat dugaan korban yang meninggal ini akibat menghirup lem, karena disamping jenazahnya ditemukan lem merk Banteng, termasuk juga dugaan mengkonsumsi obat-obatan jenis dextro atau obat batuk berbentuk pil secara berlebihan, yang dapat menimbulkan efek tidur, mabuk, dan merusak fisik maupun psikis para pemakainya.

Sementara itu setelah dibawa ke RSAM, tidak berselang lama setelah jenazah dimasukkan dalam lemari pendingin, datang beberapa masyarakat yang mengaku sebagai pihak keluarga, dan menceritakan telah kehilangan salah seorang anggota keluarga sejak seminggu belakangan ini.

Ketika anggota Inafis memperlihatkan foto, dan keluarga itu langsung diantar masuk ke dalam ruangan forensik, untuk memastikan jenazah itu merupakan anggota keluarga mereka, dan ternyata benar dugaan dari ciri fisik, dan pakaian yang dikenakan, pihak keluarga ini menyatakan bahwa jasad ini memang bagian dari anggota keluarga mereka.

Setelah diakui keluarga, diketahui jenazah itu bernama Rinto (30) warga asal Padang Pariaman. Kesehariannya berjualan ikan di Pasar Padang Luar dan tinggal di sekitar Restoran Obay, Bangkaweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam.

Sementara itu, kakak sepupu Rinto, Desi (48) menjelaskan kepada pihak kepolisian, bahwa kehilangan kabar tentang Rinto sejak sepuluh hari terakhir. Namun dalam perkiraannya pernah bertemu terakhir sekitar satu Minggu lalu dengan ciri-ciri yang sama.

"Rasanya, terakhir saya melihat Rinto menggunakan baju hitam, sandal kulit putih, rambut panjang, menggunakan ikat pinggang rasta dan celana jeans. Kami sekeluarga dapat memastikan dan menerima jasad itu merupakan jenazah Rinto," terangnya.

Dikatakan juga oleh Desi, Rinto biasanya tinggal bersama keluarga kami, namun karena juga bekerja jualan ikan, sehingga kadang tidak pulang ke rumah, atau berpindah tinggal di beberapa tempat, dan akibat peristiwa ini pihak keluarga sangat merasa kehilangan, karena sudah lama tidak bertemu, Rinto ternyata sudah meninggal dunia.

“Dari keterangan dan atas izin keluarga, jenazah langsung dimandikan, dan dikafani oleh pihak RSAM, untuk kemudian jasadnya dibawa ke rumah duka yang berada di daerah Tarok, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi dan langsung dimakamkan hari ini,” tandasnya.(**)

Kategori : Agam, GoNews Group, Peristiwa

Loading...
www www