Pemprov Sumbar Minta Warga tidak Menghujat Pemerintah Myanmar tapi Tetap Salurkan Bantuan untuk Rohingya

Pemprov Sumbar Minta Warga tidak Menghujat Pemerintah Myanmar tapi Tetap Salurkan Bantuan untuk Rohingya
Jum'at, 22 September 2017 01:39 WIB
SOLOK SELATAN - Pemerintah Sumatera Barat meminta umat Islam tidak ikut-ikutan menghujat pemerintah Myanmar, karena Rohingya bukan penduduk Myanmar. Meski begitu umat Islam diminta tetap menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada umat Islam Rohingya.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Nasrul Abit ketika memberikan sambutan pada Acara Tablig Akbar di Masjid Nurul Falah Mr  Syafruddin Prawiranegara, Bidar Alam Solok Selatan,  Kamis (21/9/2017).

''Rohingya bukan penduduk negara Myanmar, mereka adalah pendatang menempati wilayah Myanmar.  Kita perlu juga menjaga kedaulatan Negara Myanmar sebagai perhimpunan Negara Asean,'' ujarnya.

Wagub Nasrul Abit lebih jauh menyampaikan, Myanmar sebagai tuan rumah,  terganggu pula tinggalnya sekelompok orang-orang Rohingya yang melakukan pemberontakan. Jadi sebagai pendatang, masyarakat Rohingya berlaku tidak baik juga, akan tetapi dampaknya masyarakat Islam tak berdosa yang jadi korban. 

''Karena itu dalam peringatan tahun Baru Hijriah, mari kita memanjatkan doa keselamatan dan kebaikan bagi masyarakat Rohingya dan juga memberikan bantuan semampunya,'' terang Nasrul Abit.  

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, pemerintah provinsi telah membuka donasi bantuan di Bank Nagari yang saat ini telah terkumpul Rp125 juta akan diserahkan melalui perwakilan  di Jakarta. ''Memang agak lambat penghimpunannya, tapi Alhamdulillah akhirnya terkumpul  juga,'' ujarnya. 

Wagub juga menyampaikan,  atas nama pemerintah provinsi  Sumatera Barat,  Irwan Prayitno -Nasrul Abit menyatakan turut berduka cita atas bencana galodo banjir bandang batang Lolo yang menimpa Nagari Pakan Rabaa Muaro Labuh.  

Pada kesempatan itu, Wagub juga berharap Bupati Solsel segera melakukan perancangan program pembangunan  pasca bencana ini,  dan juga menyusun program percepatan pembangunan daerah daerah tertinggal, agar Solsel segera keluar dari kategori daerah tertinggal. ''Kita berharap Solael tahun 2018 keluar dari daerah tertinggal,''  tegasnya.  

Bupati Muzni Zakaria dalam kesempatan itu menyampaikan, umat Islam perlu membesarkan tahun baru Islam agar tumbuh semangat Islam didalam kehidupan masyarakat Solok Selatan.  Kegiatan ini juga sebagai upaya menetralisir isu global yang melemahkan umat Islam.  

Pemkab Solsel saat ini sedang melakukan berbagai pendekatan untuk membangun masjid Agung Solsel dekat perkebunan Teh PT  Kerinci Agung, mudah-mudah nanti dapat dukungan, karena hari ini masih terkendala, ujar Muzni Zakaria. 

Tablig Akbar  peringatan Tahun Baru Hijriah ini diisi oleh Buya H Afrizal, SAg dengan suasana ceramah berjalan menyenangkan,  akrab dan ceria. (rls)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Solok Selatan, Sumatera Barat, GoNews Group, Pemerintahan

wwwwww