Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
22 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
10 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
3 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
5
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
9 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
6
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
4 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Longsor di Lubuk Paraku Km17, Jalan Padang - Solok Tertimbun

Longsor di Lubuk Paraku Km17, Jalan Padang - Solok Tertimbun
Minggu, 10 September 2017 13:15 WIB
PADANG - Jalan utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tidak dapat dilalui kendaraan akibat tertimbun material longsor yang terjadi pada pagi hari.

"Longsor terjadi Lubuk Paraku KM 17 Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang sekitar pukul 08.00 WIB," kata Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Desfahmi Erianyo, Minggu (10/9).

Ia menambahkan material longsor menutupi jalan nasional tersebut akibat hujan deras yang mengguyur Kota Kota Padang sejak Sabtu siang hingga Minggu pagi.

"Material longsor menutupi badan jalan dan tidak dapat dilalui kendaraan. Kami telah menurunkan personel lantas untuk membantu memulihkan jalur tersebut," lanjut dia.

Ia mengemukakan saat ini pihaknya bersama-sama tim Pusdalops BPBD Padang, Unit Reaksi Cepat (URC) Semen Padang dan Komunitas Siaga Bencana (KSB) Lubuk Kilangan tengah melakukan evakuasi agar jalan dapat dilalui kembali.

"Saat ini kami memberlakukan satu jalur melalui sistem buka tutup," terangnya.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan hujan lebat yang terjadi sejak Sabtu (9/9) di sebagian wilayah provinsi setempat disebabkan oleh adanya daerah tekanan rendah di Barat Mentawai.

"Tekanan rendah tersebut disebut dengan pola dominana yang mengakibatkan pertumbuhan awan-awan hujan dan belokan angin di wilayah pesisir pantai Barat Sumbar," papar Kepala Seksi Observasi BMKG Minangkabau Ketaping, Budi Samiadji.

Pertumbuhan awan hujan tersebut, ujar dia, menyebabkan hujan di pesisir pantai Sumbar seperti Pasaman Barat, Agam, Padang, Kabupaten Padangpariaman, Pariaman, dan Pesisir Selatan bagian utara dengan intensitas sedang hingga lebat.

Ia menyebutkan curah hujan yang terpantau pada Sabtu (9/9) di Stasiun Meteorologi Teluk Bayur Kota Padang adalah 193,5 milimeter per jam dan Stasiun Meteorologi Minangkabau Padangpariaman 86 milimeter per jam. (ant)

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : beritasatu.com
Kategori : Sumatera Barat, Padang, Solok, Peristiwa

Loading...
www www