Edy Mulyadi: Tidak Semua Penyakit Harus Pasang Infus

Edy Mulyadi: Tidak Semua Penyakit Harus Pasang Infus
Edy Mulyadi menyampaikan materi perawatan pada seminar "Perawatan Luka Modern untuk Rakyat" di ruang VIP Ayam Penyet Pak Ulis, Lhokseumawe, Rabu (16/8/2017). [Sarina]
Rabu, 16 Agustus 2017 13:02 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE – Dalam hal perawatan medis perlu diketahui tidak semua penyakit harus dipasang infus kepada pasien. Hal tersebut disampaikan Presiden Perawatan Luka Indonesia, Edy Mulyadi saat mengisi seminar "Perawatan Luka Modern untuk Rakyat" di ruang VIP Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis, Lhokseumawe, Rabu (16/8/2017).

“Perlu diketahui kepada semua perawat, masyarakat ketika berobat ke rumah sakit, harus diberikan tindakan awal dan lihat penyakit apa yang dikeluhkan pasien. Jangan semua penyakit harus dipasang cairan infus, tetapi pasien lebih membutuhkan pelayanan yang bagus,” katanya.

Edy menambahkan, dirinya juga mengajak seluruh perawat di seluruh wilayah Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe harus mengedepankan pelayanan dan perawatan yang bagus kepada pasien. Lakukan apa yang dibutuhkan pasien, dan jangan menunggu sampai kehadiran dokter, tetapi harus ada tindakan awal dari perawat itu sendiri.

“Begitu juga dengan penyakit diabetes, tidak semua harus diamputasi karena masih ada cara dan jalan untuk pengobatan luka secara modern. Jangan sedikit-sedikit harus amputasi. Jika ada cara lain yang lebih modern, kenapa tidak dilakukan, amputasi bukanlah pilihan untuk penyakit diabetes,” jelasnya di hadapan peserta dari perawat dan masyarakat tersebut.

Edy juga mengatakan, angka penyakit paling tinggi adalah diabetes. Di seluruh dunia dalam hitungan tujuh menit sekali bisa menyebabkan kematian sebanyak satu orang, dan dalam jangka waktu 20 detik pasti ada satu orang yang diamputasi jika ditinjau dari seluruh dunia.

Sementara Owner GoAceh Muklis Azhar alias Pak Ulis dalam kesematan itu mengatakan, dirinya mengadakan acara seminar tersebut untuk mengampanyekan hidup sehat, mencegah timbulnya penyakit diabetes dengan pola makan sehat, sehingga masyarakat dapat mengetahui bahayanya penyakit tersebut.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:GoNews Group, Pendidikan

wwwwww