Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
Lingkungan
21 jam yang lalu
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
2
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
Pendidikan
6 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
3
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
Politik
3 jam yang lalu
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
4
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
GoNews Group
4 jam yang lalu
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
5
Mahfud MD Sebut Korban Jiwa Kecelakaan 9 Kali Lebih Banyak dari Corona
Politik
5 jam yang lalu
Mahfud MD Sebut Korban Jiwa Kecelakaan 9 Kali Lebih Banyak dari Corona
6
Bahas Persiapan New Normal, Satgas Covid-19 DPR Sambangi Menkes
Politik
6 jam yang lalu
Bahas Persiapan New Normal, Satgas Covid-19 DPR Sambangi Menkes
Loading...
Home  /   Berita  /   Ekonomi

Waduh Kacau Nih...Obat-obat Ilegal Dijajakan di Facebook

Waduh Kacau Nih...Obat-obat Ilegal Dijajakan di Facebook
Istimewa.
Jum'at, 21 Juli 2017 00:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pengguna jaringan media sosial Facebook kecolongan menjajakan obat - obatan ilegal. Obat-obatan termasuk Valium, Xanax danPregabalin, obat penenang yang semakin populer dengan tingkat kematian di Inggris.

Danny Lee-Frost, kepala penegakan hukum di Badan Regulator Produk Obat-obatan & Kesehatan (MHRA), mengatakan kepada Sky News. Pil tidur dan antidepresan jauh lebih berbahaya, penggunakanya mencoba melakukan bunuh diri sebagai upaya utama melepaskan obat obatan tersebut.

Standar Komunitas Facebook sendiri mengatakan, "Kami melarang setiap usaha dari dealer yang tidak berwenang untuk membeli, menjual atau memperdagangkan obat resep, ganja, senjata api atau amunisi. Kami kuga melarang penggunaan Facebook untuk memfasilitasi atau mengatur aktivitas kriminal.

Sky News melihat kejadian tersebut melaporkan akun yang menjajakan obatan tersebut. Namun hanya menerima pesan dari Facebook Support, "Kami melihat profil yang Anda laporkan, namun tidak bertentangan dengan Standar Komunitas kami yang spesifik, kami memahami bahwa profil atau sesuatu yang dimiliki orang tersebut mungkin masih menyinggung Anda.

Sky News kemudian menghubungi kantor pers Facebook untuk menanyakan mengapa akun tersebut tampaknya tidak melanggar standar komunitas mereka, sementada melanggar hukum Inggris.

"Setelah menghubungi Facebook untuk berkomentar, semua profil yang berkaitan narkoba dihapus. Perusahaan menolak permintaan kami untuk wawancara namun memberi kami pernyataan ini:

"Membeli, menjual, atau memperdagangkan obat tidak diperbolehkan di Facebook dan kami mendorong semua pengguna melaporkan kepada kami menemukan aktivitas seperti ini, jadi kami dapat menyelidiki dan melakukan tindakan cepat," jelasnya.

Kami berterima kasih kepada Sky News karena memberi tag konten ini kepada kami dan menghapus halaman karena melanggar standar kami,"katanya. ***

Sumber : berbagai sumber.
Kategori : Ekonomi, Peristiwa, GoNews Group

Loading...
www www