Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pasca Bos-nya Nyatakan Dukung Pernikahan Sejenis, Saham Starbucks Terus Melemah

Pasca Bos-nya Nyatakan Dukung Pernikahan Sejenis, Saham Starbucks Terus Melemah
(detikfinance)
Jum'at, 07 Juli 2017 13:23 WIB
JAKARTA - Saham PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB), pemilik lisensi Starbucks di Indonesia, terus melemah sejak ramainya pemberitaan CEO Starbucks Howard Schultz yang kembali menyatakan dukungan kepada pernikahan sejenis.

Dikutip dari detikFinance, hari ini saham MAPB kembali melemah, hingga pukul 10.19 JATS saham MAPB terpantau melemah 90 poin atau 3,35% ke Rp2.600 per saham. Hari ini saham MAPB sempat menyentuh level terendah Rp2.590.

Jika terus menurun, saham MAPB bisa kembali lagi ke harga penutupan di hari pertama sahamnya catatkan pada 21 Juni 2017. Saat itu saham MAPB menguat 840 poin atau 50% dari harga penawaran awal Rp1.680 per saham.

Keesokan harinya saham MAPB juga kembali meroket 25% ke level Rp3.150 per saham. Namun setelah itu saham MAPB terus merosot hingga mendekati level awal.

Ads

Emiten yang merupakan anak usaha dari PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) ini memang bergerak di bidang food and beverage yang memegang lisensi beberapa merek dagang ternama.

Selain Starbucks pihaknya juga memegang lisensi gerai makanan ternama lainnya seperti Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone dan GODIVA Chocolates.

Sekadar informasi, Schultz sebelumnya diberitakan menyatakan dukungan kepada pernikahan sejenis di hadapan para pemegang saham. Pernyataan ini sebenarnya sudah lama diungkapkan Schultz dalam rapat pemegang saham.

Namun ada media asing yang memelintir pernyataan Schultz sehingga terkesan Bos Starbucks itu meminta para pemegang saham yang tidak sepakat dengan ideologinya untuk menarik investasi dan menempatkan di tempat lain.

Akibatnya muncul seruan-seruan untuk memboikot Starbucks, termasuk di Indonesia. Padahal, Starbucks bukan satu-satunya perusahaan yang mendukung LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender).

Direktur MAP Boga Adiperkasa Fetty Kwartati juga telah memberikan pernyataan kepada detikFinance bahwa pihaknya menjalankan bisnis secara independen. Pihaknya juga akan menghargai hukum dan budaya yang berlaku di Indonesia.

''Pada dasarnya kami selalu mengikuti hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia, serta mengargai pertimbangan budaya lokal. Sebagai informasi bahwa kami adalah perusahaan Indonesia yang mengoperasikan lisensi gerai Starbucks di Indonesia secara independen. Independently bahwa bisnis Starbucks di Indonesia dimiliki oleh MAP Boga Adiperkasa dan investor,'' tegasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:detikfinance
Kategori:GoNews Group, Ekonomi
wwwwww