Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur 'Anu Gede'
Hukum
12 jam yang lalu
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur Anu Gede
2
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
Politik
17 jam yang lalu
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
3
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
Politik
18 jam yang lalu
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
4
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
GoNews Group
20 jam yang lalu
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
5
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
Politik
15 jam yang lalu
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
6
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
Pendidikan
21 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Helikopter Basarnas Jatuh, Tangis Haru Istri Ceritakan Pesan Afandi untuk Anaknya yang Berusia 6 Bulan

Helikopter Basarnas Jatuh, Tangis Haru Istri Ceritakan Pesan Afandi untuk Anaknya yang Berusia 6 Bulan
Foto: Detik.com
Senin, 03 Juli 2017 17:34 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
KENDAL - Kepergian Maulana Afandi, anggota Basarnas Semarang, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya. Terutama sang istri, Lina Eni Panuntun, yang akan mengasuh anak semata wayangnya, Distra Yuma Afandi yang masih berusia enam bulan.

Apalagi, rencananya Lina dan Afandi akan menggelar tradisi Tedhak Sinten (mudun lemah atau turun tanah) untuk Distra, Selasa (4/7/2017).

Tedhak Siti atau Tedhak Sinten adalah tradisi seorang anak yang berusia tujuh lapan (7 x 35 hari) dimandikan dengan air kembang setaman. Setelah memakai pakaian baru, sang anak dibimbing ibunya menginjak jadah (nasi ketan tumbuk) yang diberi 7 buah warna yang berbeda.

"Sebelum berangkat suami saya minta supaya segala kebutuhan tedhak siti disiapkan," ujar Lina, Senin (3/7/2017).

Menurutnya, beberapa yang telah disiapkan adalah tebu kuning, kursi dan kurungan. "Semuanya sudah disiapkan, karena rencananya memang besok pelaksanaannya," paparnya.

Lina menceritakan, beberapa saat sebelum kejadian kecelakaan, dirinya masih berkontak lewat BBM. Bahkan, suaminya masih berkirim foto sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, saat pukul 16.00 WIB, pesan BBM-nya tidak masuk.

"Selama satu jam itu kami BBM-an, tapi sekitar pukul empat BBM tidak terkirim," imbuhnya.

Teguh Eko, adik Lina menuturkan bahwa kakak iparnya itu adalah orang yang santun dan bertanggung jawab.

"Sama keluarga baik. Memang orangnya baik kepada orang lain," kata dia.

Terkait tempat pemakaman, kata Teguh, sebenarnya dua keluarga baik orangtua maupun mertua sama-sama menyiapkan lahan pemakaman.

"Di Kaliwungu menyediakan, begitu juga yang ada di Boja. Akhirnya dirembug dan dimakamkan di Boja," tuturnya. ***

Sumber : Detik.com
Kategori : GoNews Group, Umum, Peristiwa

Loading...
www www