Waduh, Seorang Pengunjung di Obyek Wisata Taman Panorama Lubang Jepang Bukittinggi Ini Kesurupan

Waduh, Seorang Pengunjung di Obyek Wisata Taman Panorama Lubang Jepang Bukittinggi Ini Kesurupan
Seorang pengunjung obyek wisata Taman Panorama Lubang Jepang , Bukittinggi bernama Fitri (16) mengalami kesurupan saat berada di dalam Lubang Jepang, Sabtu 1 Juli 2017. (Doc, Mardi Wardi)
Sabtu, 01 Juli 2017 21:31 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Saat berada di obyek wisata Taman Panorama Lubang Jepang, Panorama, Bukittinggi, tiba-tiba seorang pengunjung bernama Fitri (16) asal Biaro, Agam berteriak dan berciracau tidak karuan, Sabtu 1 Juli 2017, sekira pukul 13.10 WIB.

"Diduga Fitri mengalami kesurupan, sehingga pengunjung lainnya di kawasan itu juga sempat heboh. Ocehan dia ini dimulai sejak berada di dalam Lubang Jepang," ungkap seorang rekannya, Ikbal.

Menurut Ikbal, di dalam sebuah ruangan di Lubang Jepang, Fitri tiba-tiba berjalan ke lorong-lorong gelap. “Melihat hal itu, saya segera memanggil Fitri supaya dia tak terpisah dari rombongan kami. Sayang, dia tetap berjalan tak tentu arah. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, saya bersama lima orang rekan lainnya, segera memaksa dia untuk keluar dari Lubang Jepang,"tukasnya.

Namun, Fitri tetap bergeming dan menolak kami bawa ke luar. Kami tetap mengawasinya, tak lama berselang dia berjalan keluar dari area Lubang Jepang diikuti rekannya yang lain. “Dia pergi ke arah Parak Kopi, sepanjang jalan kadang dia diam, mengoceh tak jelas dan minta dipanggil dengan nama Fatma," terangnya.

Setelah mengikutinya di kawasan Parak Kopi, Fitri kemudian sempoyongan serta mengamuk dalam posisi telentang. Karena takut terjadi hal yang lebih buruk, rekan-rekannya lalu memeganginya beramai-ramai, dan tetap berupaya agar dia segera sadar.

Namun, kondisi tersebut berlangsung cukup lama, baru lah sekitar pukul 15.40 WIB, seorang warga yang kebetulan melintas di sana, Mardi menemukan sekelompok anak ABG yang sedang kebingungan karena kawan mereka kesurupan seperti itu.

Setelah mendapat penjelasan dari mereka, Mardi kemudian melaporkan kejadian tersebut pada relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Bukittinggi. Tak lama kemudian, dua orang relawan PMI Bukittinggi Saipul dan Jevo datang ke lokasi dan berupaya menolong korban yang diduga kerasukan sesuatu.

Upaya yang dilakukan dengan membacakan sejumlah ayat Alqur’an, oleh petugas PMI dibantu warga sekitar yang menyaksikan peristiwa itu. Bahkan, seorang petugas PMI bernama Jevo sempat terpelanting akibat amukan Fitri yang entah kenapa ketika itu terlihat sangat kuat dan beringas sekali.

Sementara itu, tujuh orang disekitarnya berusaha menahannya, namun tampak sangat kesulitan menenangkannya.Setelah hampir satu jam, Fitri berhasil disadarkan dan kemudian dibawa para relawan ke Posko PMI untuk proses pemulihan staminanya.(**)

wwwwww