Home > Berita > Umum

Suhu di Arab Saudi 50 Derajat Celsius Saat Musim Haji, JCH Diingatkan Jaga Kesehatan

Suhu di Arab Saudi 50 Derajat Celsius Saat Musim Haji, JCH Diingatkan Jaga Kesehatan
Petugas memberikan penanda gelang berwarna merah pada setiap calon jamaah haji yang memiliki risiko terserang penyakit. (republika.co.id)
Rabu, 28 Juni 2017 14:59 WIB
JAKARTA - Kementerian Agama mengingatkan seluruh jamaah calon haji (JCH) Indonesia menjaga kesehatan. Sebab, pada saat pelaksanaan ibadah haji 2017 nanti, suhu di Arab Saudi diprediksi sekitar 42-50 derajat celcius.

Kasubag Humas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Nirwan, mengimbau jamaah untuk memperbanyak kegiatan di dalam gedung saja.

Bila terpaksa keluar gedung, lanjut Nirwan, sebaiknya memakai pelindung kepala dan kacamata hitam.

''Jangan lupa senantiasa minum air agar terhindar dehidrasi yang diakibatkan suhu udara begitu panas. Jangan lupa membawa semprotan wajah, sesekali wajah dapat disemprot dengan air dan sering basahi rambut juga dengan air,'' ujar petugas kesehatan yang sehari-hari bertugas di RSUD Chatib Quzwain Sarolangun Jambi ini, kemarin.

Nirwan juga mengimbau jamaah agar tidak perlu berlebihan membawa barang bawaan.

Menurutnya, pakaian yang dibawa secukupnya saja. Makanan juga tidak perlu berlebihan karena bisa dibeli di Tanah Suci.

''Sekarang pelaksanaan haji oleh Pemerintah Indonesia sudah sangat bagus. Makanan untuk jamaah sudah disiapkan. Jadi tidak perlu berlebihan untuk membawa persiapan makanan,  termasuk tak perlu lagi membawa alat-alat untuk memasak,'' tandasnya.

Menurutnya, persiapan kesehatan sejak dari Tanah Air sangat penting mengingat kondisi di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia.

''Tetap jaga kebugaran dan kesehatan kita, atau periksalah kesehatan kita baik di puskesmas, rumah sakit agar diketahui kondisi kesehatan kita,'' terangnya melalui pesan singkat di Jakarta, kemarin.

Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang ini mengingatkan, calon jamaah haji agar tidak terlalu lelah jelang keberangkatan. Hal ini disampaikan Nirwan mengingat menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk menggelar walimatussafar dan menerima banyak tamu jelang keberangkatan.

Nirwan berharap, calon jamaah bisa mengatur waktu dengan baik sehingga cukup istirahat. Sebab, jika sampai kurang istirahat, itu bisa menyebabkan kondisi kesehatan calon jamaah menurun.

''Bagi calon jamaah yang memiliki riwayat penyakit dan diharuskan membawa obat-obatan. Maka, obat dimaksud agar dicatatkan di Buku Kesehatan Jemaah Haji (BKJH) dan dicap oleh Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di embarkasi agar tidak menjadi masalah di proses imigrasi bandara kedatangan,'' katanya.

Musim haji 1438H/2017M sudah menjelang. Kurang dari satu bulan lagi, jamaah haji Indonesia dijadwalkan secara bertahap akan mulai berangkat ke Arab Saudi.

Kloter pertama rencananya akan mulai terbang ke Tanah Suci pada 28 Juli 2017 dari seluruh embarkasi di Indonesia.***
loading...
Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Umum, GoNews Group
wwwwww